Diwarnai Kericuhan, Kampanye HT-UMAR di Capalulu Berujung ke Kantor Polisi

oleh -53 views
Link Banner

Porostimur.com | Sanana: Kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Kepulauan Sula, Hendrata Theis – Umar Umabalhi (HT-Umar) di Desa Capalulu, Kecamatan Mangole Tengah, diwarnai aksi penolakan warga dan kericuhan.

Kericuhan bermula ketika warga menghadang iring-iringan Tim sukses kandidat petahana itu saat Honda memasuki Desa Capalulu.

Selain di batas desa, Kericuhan juga terjadi di lokasi kegiatan kampanye. Sejumlah Tim Sukses Hendrata -Umar nampak dikuasai emosi hingga berujung pada pengusiran petugas Panswas Lapangan yang tengah menjalankan tugasnya selaku penyelenggara Pilkada.

Akibat insiden tersebut, Ketua Tim Pemenangan HT-Umar, Bustamin Sanaba dua orang warga Capalulu bernama Abdi Umahuk dan Iksan Kaunar dilaporkan ke Kepolisian Resort Kepulauan Sula.

Link Banner

Bustamin Sanaba dilaporkan melempari seorang warga Desa Capalulu bernama Ramang Upara dengan botol air mineral hingga menyebabkan memar di wajah korban.

Ditemui di Mapolres Kepulauan Sula, Ramang mengatakan, peristiwa bermula saat korban dan beberapa warga Desa Capalulu hendak bertemu calon Bupati petahana, Hendrata Theis  untuk menagih janji politik pada tahun 2015 lalu saat yang bersangkutan mencalonkan diri sebagai Bupati pada periode pertama.

Baca Juga  Sentuhan Ajaib 31 Detik Asensio buat Madrid Usai Absen Setahun

“Sebenarnya kami sudah meminta izin ke Babinkamtibmas dan Ketua Tim Pemenangan HT-UMAR di Capalulu, setelah dapat izin, kemudian kami dengar informasi Tim HT-UMAR sudah ada di dekat kampung (Desa Capalulu), lalu kami datangi mereka (rombongan kampanye) di ujung jalan, namun kami langsung dihadang tim HT-UMAR,” papar Ramang.

Ramang mengaku, warga tidak berniat menggagalkan kampanye HT-Umar di Capalulu, namun mereka hanya ingin mendengar alasan petahana atas janji-janji kampanye pada 4 tahun silam.

“Kami cuma mau Bupati (Hendrata Thes) turun supaya dia menjelaskan dia punya janji mau bangun musalla di desa dan asrama untuk mahasiswa Capalulu di Ternate, cuma rombongan kampanye melawan kami,nsetelah itu kami minta izin lagi di Bhabinkamtibmas untuk datang di lokasi kampanye. Tapi sampai di sana ketika ada ribut sedikit, tiba-tiba saya dilempari oleh Bastamin Sanaba (ketua tim pemenangan HT-UMAR),” jelasnya seperti dilansir Indotimur.com.

Sementara itu, Sahrul Ipa salah satu keluarga korban mengaku, tindakan anarkis bermula ketika relawan HT-UMAR tidak mengizinkan masyarakat bertemu dengan kandidat petahana.

Baca Juga  Anggaran Pengamanan Pilkada Kepulaun Sula Rp1,2 Miliar.

Sahrul bilang, ketika warga berusaha menemui pasangan calon bupati Nomor Urut 1 itu, sempat terjadi adu mulut dan saling dorong yang mengakibatkan dua warga Capalulu mengalami tindak kekerasan.

“Warga menuntut bertemu dengan bupati di ujung kampung sangat jauh dari lokasi kampanye, namun dua orang relawan HT-UMAR yakni, Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk dalam kondisi mabuk kemudian memukul kepala dan kaki Sidik Sangadji dengan sebatang kayu hingga betisnya memar. Padahal masyarakat cuma mau penjelasan Bupati saja, setelah itu sudah selesai,” terangnya.

Tidak puas karena tuntutannya belum tersampaikan, warga kemudian meminta izin yang kedua kalinya kepada Babinkamtibmas untuk menemui orang nomor satu itu di lokasi kampanye, namun relawan HT-UMAR tetap menolak, dan Bastamin Sanaba (ketua tim pemenang) sempat melempari warga dengan botol air mineral.

Baca Juga  Ramalan Cuaca Ambon Hari Ini, Senin 20 Juli 2020

Atas insiden tersebut, sehingga Sahrul menempuh jalur hukum. Laporan kasus itu termyat dalam surat tanda laporan polisi dengan nomor : STTLP/168/X/2020/SPKT, terkait dugaan penganiayaan oleh Bustamin Sanaba dan Nomor : STTLP/169/X/2020/SPKT, terkait dugaan pengeroyokan yang dilakukan oleh Iksan Kaunar dan Abdi Umahuk “Selaku keluarga, kami meresa dirugikan. Karena itu kami laporkan ke pihak yang berwajib,” ujarnya.

Usai membuat laporan ke Polres, Sahrul bersama dua korban menuju RSUD Sanana guna melakukan visum. (red/itm/mp)