DLH Haltim Bungkam soal Dugaan Pencemaran Kali Maba Sangaji

oleh -73 views

Porostimur.com, Maba — Pencemaran Kali Maba yang membelah Desa Maba Sangaji, Kecamatan Maba, Halmahera Timur, diduga kian parah akibat aktivitas pertambangan di hulu sungai. Air yang dahulu jernih kini berubah keruh bercampur lumpur tanah merah. Warga resah, namun Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Halmahera Timur belum memberikan klarifikasi apa pun.

Ahmad, salah satu warga yang tinggal di bantaran kali, menyebut air sungai kini tak lagi layak konsumsi.

“Biasa warga ke kebun minum air ini, dan untuk olah sagu. Kalau sekarang kami sudah takut, was-was, karena sudah tercampur lumpur tanah merah,” ujarnya, Senin (21/7/2025). “Jadi kalau ke kebun harus bawa persediaan air.”

Baca Juga  So Sweet! 7 Laki-Laki Ini Pernah Jadi Pacar Aurelie Moeremans

Warga juga mengeluhkan dampak pencemaran terhadap tanaman di sekitar sungai seperti pala, kelapa, dan pisang. Ketika hujan turun, lumpur sungai meluber dan merusak kebun mereka. Ikan dan kerang dari kali pun tak lagi dikonsumsi karena dikhawatirkan mengandung zat berbahaya.

Kades: “Itu sudah pasti, ikan dalam kali pasti punah”

Kepala Desa Maba Sangaji, Kasman Mahmud, tidak menampik bahwa aktivitas tambang di hulu sungai berdampak terhadap ekosistem Kali Maba.

“Pencemaran lingkungannya kan tidak naik ke lingkungan, hanya di sekitar (sungai). Itu sudah pasti, perusahaan sebegitu besarnya sudah pasti, ikan-ikan dalam kali sudah pasti akan punah. Itu jelas kok, kita mau sembunyi apa,” tegas Kasman.

No More Posts Available.

No more pages to load.