5. Hadits Riwayat Muslim
Rasulullah SAW bersabda,
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنَ اْلعَجْزِ وَاْلكَسَلِ وَاْلجُبْنِ وَاْلبُخْلِ وَاْلهَرَمِ وَعَذَابِ اْلقَبْرِ. اَللَّهُمَّ آتِ نَفْسِي تَقْوَاهَا وَزَكِّهَا أَنْتَ خَيْرُ مَنْ زَكَّاهَا أَنْتَ وَلِيُّهَا وَمَوْلَاهَا ، اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لَا يَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لَا يُسْتَجَابَ لَهَا
“Ya Allah, sesungguhnya aku memohon perlindungan kepada-Mu dari kelemahan, kemalasan, sifat pengecut, kekikiran, pikun, dan adzab kubur. Ya Allah, berikanlah ketaqwaan pada diriku, dan sucikanlah ia, Engkau adalah sebaik-baik Dzat yang Maha Mensucikannya, Engkau Dzat yang Melindungi dan Memeliharanya. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari ilmu yang tidak bermanfaat, hati yang tidak khusyuk, nafsu yang tidak pernah puas, dan doa yang tidak dikabulkan.” (HR Muslim)
Makna Iman
Dikutip dari buku Psikoterapi Islam: Fiqh dan KHI karya Prof. Dr. Khairunnas Rajab, Al-Qur’an menjelaskan tentang iman yang selalu beriringan dengan amal saleh. Di antara keduanya terdapat hubungan yang tidak terpisahkan, menyebut iman berarti menyebut amal.
Amal tidak berdiri sendiri tanpa iman, begitupun sebaliknya. Orang yang beriman adalah orang yang meyakini, mengEsakan, menetapkan-Nya dalam kemandirian dengan penuh ketaatan.









