Dolar Kabur, Mafia Makmur

oleh -74 views

Karena itu rakyat hari ini tidak butuh pidato yang suaranya menggelegar seperti toa hajatan. Rakyat butuh keberanian. Dan keberanian itu baru terbukti kalau hukum berani mengetuk pintu siapa pun. Termasuk yang ruang tamunya paling dekat dengan istana.

Selama ini rakyat sering melihat penguasa seperti kambing yang tiba-tiba gagap melihat harimau lapar bernama oligarki. Di podium pidatonya garang. Tapi begitu bertemu konglomerat, suaranya mendadak serak seperti baterai mikrofon mau habis.

Maka ketika Prabowo mulai membuka pintu ini, rakyat justru perlu memberi dukungan penuh. Bukan untuk memuja individu. Tapi agar negara akhirnya punya nyali berlipat ganda menjadi negara yang mandiri.

Sebab kalau data kapal per kapal sudah ada, selisih harga sudah ada, aliran uang sudah bisa dihitung, tapi tetap tidak ada tindakan, maka yang kita saksikan bukan reformasi. Itu cuma teater antikorupsi dengan tiket VIP untuk para penonton elite.

Mahfud MD pernah mengingatkan tentang autocratic legalism. Hukum dipakai bukan untuk menegakkan keadilan, tapi untuk memastikan ketidakadilan tetap terlihat legal. Dan republik ini memang terlalu sering memakai jas hukum untuk menyembunyikan tubuh busuk kekuasaan.

Baca Juga  Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Ini Besaran dan Komponennya

Namun sejarah kadang memberi satu momentum langka. Momentum ketika seorang presiden diuji bukan oleh musuhnya, tetapi oleh orang-orang terdekatnya sendiri.

No More Posts Available.

No more pages to load.