DPR RI Kutuk Penembakan Jurnalis Al Jazeerah oleh Tentara Zionis Israel

oleh -109 views

Meutya yang sempat menjadi jurnalis pun membagikan cerita pilunya. Ia mengaku pernah merasakan hal ini saat menjadi jurnalis yang meliput di wilayah konflik bersenjata hingga pernah disandera di Iraq. 

“Risiko cidera, cacat permanen, hingga kematian mesti saya tanggung ketika meliput di wilayah konflik bersenjata,” lanjutnya.

Meutya mengaku tahu betul akan hal ini dan dapat merasakan para jurnalis yang tewas, tertembak, terluka, ataupun disandera saat melakukan peliputan. Ia pun menegaskan bahwa jurnalis membutuhkan komitmen dari semua pemangku kepentingan.

“Penegakan hukum dan perlindungan terhadap jurnalis yang sedang meliput membutuhkan komitmen semua pemangku kepentingan,” tegas Meutya.

Selain itu, Meutya menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga dan kerabat Shireen Abu Akleh. Doa dan simpati juga ia berikan terhadap jurnalis Ali Al-Samoudi yang terkena tembakan di punggung.

Baca Juga  KAHMI Khawatir Laporan Polisi terhadap JK Bermuatan Politik, Ajak Publik Jaga Persatuan

“Sebagai mantan jurnalis yang pernah meliput di wilayah konflik bersenjata, saya merasakan kehilangan sosok wartawan yang amat dihormati karena telah meliput di tanah pendudukan palestina sejak awal Intifada Palestina kedua pada tahun 2000,” ujarnya. (red/pantau)

No More Posts Available.

No more pages to load.