Terkait permasalahan sampah pasar Kota Ambon, Taihuttu mengatakan persoalan sampah juga sedang didesain di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) karena retribusi sampah Kota Ambon yang selalu menurun.
“Kalau stok sampah itu selalu bertambah, kenapa harus pendapatan kurang? Apakah model atau sistem penarikannya atau pemungutannya yang jadi persoalan? dan dari evaluasi DPRD Kota Ambon setelah kita apik penataannya soal regulasi, kita sekarang bicara soal sistem dan rata-rata di Ambon itu kan jarang official assessment yang banyak itu self assessment nah itu yang harus jadi fokus kita”, kata Jafry.
Ia mengatakan bahwa pemerintah Kota Ambon kali ini akan menggunakan tapping box sehingga langsung pada mesin dan sudah tidak memakai kwitansi-kwitansi atau bill-bill lagi. Ini disebar di seluruh restoran dan hotel di Kota Ambon.
“Tahun anggaran ini kalau tidak terkendala Covid pasti pengadaan itu udah banyak yang dilakukan dan optimis PAD kita akan banyak dan tadi kami cerita banyak soal hal-hal itu ke teman-teman di Buton Tengah supaya Indonesia maju Indonesia Timur juga maju,” katanya. (alena)









