DPRD Buton Tengah, KunKer Ke DPRD Kota Ambon

oleh -98 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buton Tengah melakukan kunjungan kerja (kunker) ke DPRD Kota Ambon.

Kunjungan tersebut diterima langsung oleh Kordinator dan Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon di Ruang Sidang Utama DPRD Kota Ambon pada, Kamis (4/3/2021).

Kepada wartawan, Ketua Komisi II DPRD Kota Ambon, Jafry Taihuttu mengatakan kunjungan tersebut membicarakan tentang Program Pembentukan Peraturan Daerah (Propemperda) terkait Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).

“Kunjungan ini membicarakan soal Badan Usaha Milik Daerah, PD pasar. Ambon juga sama dengan itu, kita perda tunggakan karena pemerintah kota Ambon khususnya bagian hukum lagi menyurat resmi ke Kementerian di Jakarta, karena ada satu persyaratan yang mesti dipenuhi soal raperda dan NA nya sudah siap dan karena itu kami siap dan kawan-kawan kami tadi dari Buton juga melakukan hal yang sama melakukan hal yang sama, diskusi tentang propemperda, tentang materi pembahasan yang berbasis komisi. Karena itu ending kita adalah bagaimana PAD itu ada,” ujarnya.

Link Banner

Jafry menuturkan persoalan pasar yang paling utama di hampir semua daerah yaitu tentang penataan dan juga permasalahan terkait sampah pasar.

Baca Juga  Polda Maluku Siap Rekrut Anggota Polri

“Dasar penataan itu adalah regulasi, salah satu regulasi adalah soal Badan Usaha Milik Daerah yang disebut PD Pasar itu. Tadi Kami udah bertukar pikiran yang banyak mudah-mudahan bisa jadi bekal nanti untuk kawan-kawan di Buton Tengah”, tutur Jafry.

Terkait permasalahan sampah pasar Kota Ambon, Taihuttu mengatakan persoalan sampah juga sedang didesain di Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) karena retribusi sampah Kota Ambon yang selalu menurun.

“Kalau stok sampah itu selalu bertambah, kenapa harus pendapatan kurang? Apakah model atau sistem penarikannya atau pemungutannya yang jadi persoalan? dan dari evaluasi DPRD Kota Ambon setelah kita apik penataannya soal regulasi, kita sekarang bicara soal sistem dan rata-rata di Ambon itu kan jarang official assessment yang banyak itu self assessment nah itu yang harus jadi fokus kita”, kata Jafry.

Baca Juga  Polda Papua Barat gelar Operasi Patuh Mansinam 2018

Ia mengatakan bahwa pemerintah Kota Ambon kali ini akan menggunakan tapping box sehingga langsung pada mesin dan sudah tidak memakai kwitansi-kwitansi atau bill-bill lagi. Ini disebar di seluruh restoran dan hotel di Kota Ambon.

“Tahun anggaran ini kalau tidak terkendala Covid pasti pengadaan itu udah banyak yang dilakukan dan optimis PAD kita akan banyak dan tadi kami cerita banyak soal hal-hal itu ke teman-teman di Buton Tengah supaya Indonesia maju Indonesia Timur juga maju,” katanya. (alena)