Porostimur.com, Ambon – Upaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kembali menjadi sorotan DPRD Provinsi Maluku. Ketua Komisi III Alhidayat Wajo, menegaskan perlunya langkah konkret dan inovatif dari Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku (Bapenda) dalam menggali potensi pendapatan yang dinilai belum tergarap maksimal.
Penegasan itu disampaikan usai pertemuan intensif antara Komisi III DPRD dan Bapenda yang digelar pada Senin (4/5/2026), dengan fokus pada penguatan kemandirian fiskal daerah.
“Pertemuan ini difokuskan pada upaya konkret meningkatkan PAD sebagai fondasi kemandirian fiskal provinsi,” ujar Wajo, Rabu (6/5/2026).
Dorong Digitalisasi dan Pendataan Ulang
Wajo menilai potensi pendapatan Maluku masih sangat besar, namun belum dioptimalkan secara maksimal. Karena itu, ia mendorong percepatan penerapan sistem pembayaran pajak dan retribusi berbasis digital (e-system).
Menurutnya, digitalisasi penting untuk meminimalisir kebocoran pendapatan sekaligus mempermudah masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajak.
Selain itu, DPRD juga menekankan pentingnya inventarisasi ulang objek pajak potensial, terutama di sektor pariwisata dan perdagangan yang tengah berkembang.
Keseimbangan Intensifikasi dan Ekstensifikasi
Dalam pertemuan tersebut, Komisi III turut menyoroti perlunya keseimbangan antara intensifikasi dan ekstensifikasi pajak.











