Ia juga menegaskan perlunya evaluasi terhadap pengelola program MBG hingga tenaga gizi yang terlibat.
“Pengelola harus benar-benar dicek ulang, begitu juga tenaga gizi yang terlibat. Saya baru berkomunikasi untuk mengecek memang benar para siswa keracunan, namun sebagian sudah pulang ke rumah,” jelasnya.
Noach menekankan agar pengelola MBG lebih teliti dalam memeriksa semua bahan makanan sebelum disajikan kepada siswa.
“Program yang sejatinya bertujuan meningkatkan kesehatan dan konsentrasi belajar siswa tidak boleh berubah menjadi ancaman. Kalau dibiarkan, ini bisa merusak kepercayaan masyarakat terhadap program MBG,” tegasnya.
Peringatan kepada Pemerintah
Politisi DPRD Maluku itu juga meminta agar peristiwa ini dijadikan bahan evaluasi menyeluruh. Keselamatan siswa, katanya, harus menjadi prioritas utama.
“Harus ada pengawasan ketat setiap hari, jangan sampai ada bahan basi atau tidak layak konsumsi yang lolos. Ingat, anak-anak ini adalah generasi penerus. Jangan sampai mereka jadi korban hanya karena kelalaian pengelola,” ungkap Noach.
Ia mendesak pemerintah melalui dinas teknis terkait agar serius menangani masalah ini.
“Dinas Pendidikan dan Kesehatan jangan tinggal diam. Mereka harus turun langsung mengecek kualitas makanan dan proses pengolahannya. Kalau ada unsur kelalaian, harus ditindak tegas. Kejadian seperti ini jangan sampai terulang, karena menyangkut keselamatan siswa dan juga nama baik pemerintah daerah maupun provinsi,” tandasnya. (Leonard Manuputty)











