DPRD Minta Antam Angkat Kaki dari Malut

oleh -191 views
Link Banner

Porostimur.com | Ternate: PT Aneka Tambang (Antam), anak perusahaan BUMN yang beroperasi di Halmahera, Provinsi Maluku Utara, sejak tahun 1997 diminta untuk segera angkat kaki. Pasalnya, kehadiran perusahaan pelat merah tersebut dianggap telah merugikan daerah tanpa memberikan kontribusi.

Anggota Komisi III DPRD Malut, Sahril Tahir mengatakan, kehadiran PT Antam selama ini tidak memberikan manfaat bagi daerah.

“Memang kalau pembayaran royalti kepada negara dipatuhi oleh PT Antam karena tanggung jawab mereka. Namun nilainya berapa sih? Yang kami minta adalah dampak langsung daripada kehadiran PT Antam di Malut,” ujar Sahril saat ditemui di gedung DPRD Malut di Sofifi, Senin (28/6/2021).

Politikus Partai Gerindra ini menegaskan, tahun 2013-2014 tercatat PT Antam mengangkut ore hasil dari galian pertambangan berbahan mineral yang bernial ekonomis tinggi sebesar 1.740 ton tanpa memberikan sepersen pun ke daerah.

“Untuk itu kami minta Pemprov Malut untuk segera memproses hukum PT Antam,” bebernya.

Baca Juga  WAS, topang perkembangan otak dan aktivitas anak didik

Dilansir dari tandaseru.com, Sahril bilang, selain itu kehadiran PT Antam juga tidak memberikan dampak terhadap program pemberdayaan. Sahril menuding Pemprov Malut lemah dalam merealisasikan Peraturan Menteri (Permen) Nomor 41 Tahun 2016 tentang Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).

“Akibatnya pemerintah kabupaten dan pihak perusahaan tidak menyusun PPM-nya, di sinilah kelemahan kita,” ungkapnya.

Menurutnya, Komisi III DPRD sudah meminta agar aktivitas pertambangan PT Antam di pesisir Monoropo, Halmahera Timur ditutup karena telah mencemari lingkungan sekitar.

“Kalau tutup pesisir Moronopo juga tidak merugi PT Antam. Kita lihat lebih banyak sisi negatifnya,” tandasnya.

(red/tsc)