Ia mengaku menyampaikan hal tersebut mewakili rekan-rekan dokter spesialis maupun dokter umum di RSUD Maba yang hingga kini belum menerima hak mereka selama dua bulan terakhir.
Menurutnya, sampai saat ini para dokter juga belum mendapatkan penjelasan yang jelas mengenai penyebab keterlambatan pembayaran insentif tersebut.
“Yang kami pertanyakan sebenarnya apa masalahnya sehingga insentif dari Januari sampai Februari belum juga dicairkan,” ujarnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa pertanyaan yang disampaikan para dokter bukan dimaksudkan untuk menyalahkan pihak tertentu, melainkan sebagai dorongan agar sistem pengelolaan rumah sakit dapat diperbaiki ke depan.
“Niat kami bukan untuk menjatuhkan orang per orang, tetapi betul-betul ingin memperbaiki sistem di rumah sakit agar ke depan lebih baik,” katanya.
Ancaman Mogok Jika Tak Ada Kejelasan
Ia juga menilai para dokter selama ini dituntut untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, namun di sisi lain masih terdapat persoalan internal manajemen rumah sakit yang perlu dibenahi.
“Karena itu yang perlu diperbaiki adalah internal rumah sakitnya,” tambahnya.
Menurutnya, persoalan insentif merupakan hal yang sangat sensitif karena berkaitan langsung dengan kebutuhan hidup para tenaga medis.









