Dua Wartawan di Manokwari Diintimidasi Saat Liput Sidang Militer, Alat Kerja Diambil Paksa Dokumentasi Dihapus

oleh -208 views

Porostimur.com, Manokwari – Dua wartawan yang meliput sidang militer kasus penembakan di pesta pernikahan yang menewaskan Rafael Ivan Balaweling mengalami intimidasi. Alat kerja diperiksa dan dokumentasi dihapus.

Mengutip KabarPapua.co, awalnya sidang yang dilaksanakan pukul 13.24 WIT. Sidang militer menyeret Sertu AFTJ, Anggota Kodam XVIII/Kasuari bersifat terbuka.

Hal ini sesuai pernyataan ketua majelis hakim. Bahwa sidang terbuka untuk umum dan tidak ada larangan dari petugas Pengadilan Militer Manokwari.

Namun petugas terlihat mondar-mandir di samping wartawan yang berada di pintu samping kiri Pengadilan Militer Manokwari.

Hingga sekitar pukul 14.50 WIT, pimpinan sidang memerintahkan panitera untuk mengecek dua awak media yang berada di pintu samping.

Baca Juga  Pansus DPRD Halbar Sidak RSUD Jailolo, Temukan Kendala Layanan dan Fasilitas

Seketika itu oknum panitera menghampiri Pimpinan Redaksi Tabura Pos Hendri Sitinjak dan langsung meminta identitas wartawan, dan Kartu Tanda Penduduk (KTP).

Tak berlangsung lama, petugas menghapus dokumentasi milik Hendri Sitinjak di saat sidang masih berlangsung. Tindakan serupa juga menimpa Jurnalis TribunPapuaBarat.com, Safwan Ashari. Alat kerja diambil paksa untuk diperiksa.

“Tak hanya memeriksa, seorang staf petugas Pengadilan Militer Manokwari juga langsung menghapus dokumentasi yang berkaitan dengan pelaksanaan sidang di Pengadilan Manokwari,” kata Safwan, Senin 17 Oktober 2022.

No More Posts Available.

No more pages to load.