Dugaan Pungli di Pelabuhan Hunimua–Waipirit Disorot, Gubernur Maluku Diminta Evaluasi Pelayanan

oleh -185 Dilihat
Sejumlah warganet mendesak Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mengevaluasi pelayanan penyeberangan yang menghubungkan Pulau Ambon dan Pulau Seram tersebut menyusul keluhan pengguna jasa terkait dugaan pembayaran tambahan di luar tiket kendaraan.

Evaluasi diperlukan untuk memastikan seluruh biaya yang dibebankan kepada pengguna jasa memiliki dasar yang jelas, tercatat, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Jika ditemukan indikasi pelanggaran, masyarakat berharap ada pemeriksaan dan tindak lanjut sesuai ketentuan. Namun, apabila pembayaran yang dikeluhkan merupakan tarif resmi, pihak terkait perlu menjelaskan dasar aturan beserta rincian biayanya agar tidak menimbulkan kesalahpahaman.

Pelabuhan Hunimua–Waipirit merupakan jalur penting bagi mobilitas masyarakat dan distribusi barang antara Pulau Ambon dan Pulau Seram. Karena itu, kepastian tarif dan pelayanan yang transparan menjadi kebutuhan pengguna jasa yang setiap hari mengandalkan jalur penyeberangan tersebut.

Unggahan Facebook Ditonton Lebih dari 56 Ribu Kali

Berdasarkan tangkapan layar yang diterima Porostimur.com pada Sabtu (10/10/2026), unggahan Facebook Mario Huliselan Kaqsina tercatat telah ditonton lebih dari 56.278 kali, memperoleh 141 reaksi, sekitar 140 komentar, dan 12 kali dibagikan saat tangkapan layar diambil.

Angka tersebut menunjukkan besarnya perhatian warganet terhadap persoalan pelayanan penyeberangan Hunimua–Waipirit. Meski demikian, komentar dan pengalaman yang dibagikan pengguna media sosial tetap perlu diverifikasi agar penanganan persoalan didasarkan pada fakta dan keterangan semua pihak.

No More Posts Available.

No more pages to load.