Dugaan Skandal Sadap 6.000 Nomor Telepon, Jokowi dan Keluarga Disebut Tak Masuk Daftar

oleh -26 Dilihat
Dugaan penyalahgunaan sistem penyadapan di lingkungan kepolisian terus menjadi sorotan setelah muncul klaim adanya lebih dari 6.000 nomor telepon yang diduga menjadi sasaran pemantauan ilegal.

Porostimur.com, Jakarta – Dugaan penyalahgunaan sistem penyadapan di lingkungan kepolisian terus menjadi sorotan setelah muncul klaim adanya lebih dari 6.000 nomor telepon yang diduga menjadi sasaran pemantauan ilegal. Di tengah mencuatnya informasi tersebut, nama Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi), keluarga, hingga orang-orang di lingkar dekatnya disebut tidak ditemukan dalam daftar sasaran penyadapan.

Informasi tersebut bersumber dari seseorang yang mengaku telah melihat dan memeriksa langsung dokumen berisi ribuan nomor telepon beserta identitas pemiliknya. Namun, hingga kini, dokumen lengkap tersebut belum dibuka secara resmi oleh penyidik Bareskrim Polri.

Berdasarkan keterangan sumber yang disampaikan di Jakarta, Kamis (5/11/2026), daftar tersebut memuat berbagai kalangan, mulai dari aktivis, akademisi, politisi, jurnalis senior hingga sejumlah pejabat kepolisian.

Baca Juga  Maryadat Futsal Kota Tual Siap Berlaga di Liga Nusantara Nasional 2027, Boyong 18 Pemain ke Jakarta

Sumber tersebut mengklaim telah memeriksa daftar itu satu per satu dan tidak menemukan nama Jokowi, anggota keluarganya, maupun pihak-pihak yang disebut memiliki kedekatan dengan mantan presiden tersebut.

“Sudah fix, tidak ada nama Jokowi, keluarganya, maupun kroni-kroninya di daftar itu,” ungkap sumber tersebut.

Selain Jokowi dan keluarganya, nama Pratikno, mantan Menteri Sekretaris Negara pada pemerintahan Jokowi, juga disebut tidak tercantum dalam dokumen tersebut.

No More Posts Available.

No more pages to load.