Dari Puncak Salahutu hingga Pulau Pombo
JPAM ke-XXVII tahun ini tidak sekadar menjadi pertemuan tahunan para pecinta alam, melainkan juga akan menjadi ruang pengabdian sosial dan pelestarian lingkungan. Sejumlah kegiatan utama yang dirancang antara lain bakti sosial, susur gua (caving), panjat tebing (rock climbing), fun diving, dan ekspedisi gunung hutan.
“Kami akan bersih-bersih Gunung Salahutu, eksplorasi Gua Liang, dan panjat tebing di kawasan Salahutu, Maluku Tengah,” beber Asrindi.
Tak hanya di darat, kegiatan bawah laut juga disiapkan. Salah satunya adalah transplantasi terumbu karang dan penanaman mangrove di Pulau Pombo, kawasan konservasi yang kini makin terancam.
Puncak acara akan ditandai dengan Upacara 17 Agustus dan Rapat Umum Pecinta Alam Maluku (Rupam), forum akbar yang mempertemukan seluruh komunitas untuk merumuskan arah gerakan ke depan.
Mengusung Semangat Kearifan Lokal
Dengan mengusung tema “Pemuda Pecinta Alam Maluku dalam Upaya Pelestarian Lingkungan Hidup dan Olahraga Wisata Minat Khusus di Maluku Berbasis Kearifan Budaya”, JPAM ke-XXVII diharapkan dapat menjadi wadah pendidikan ekologi sekaligus promosi pariwisata berbasis komunitas.
“Semoga kegiatan ini tidak hanya sukses secara teknis, tapi juga menggugah semangat muda untuk mencintai Maluku melalui tindakan nyata,” harap Asrindi. (red)









