“Pulau Banda berada di kawasan rawan bencana karena dekat dengan gunung berapi yang sewaktu-waktu dapat mengalami erupsi. Dengan kondisi runway saat ini yang panjangnya belum mencapai satu kilometer, pesawat besar seperti Hercules belum bisa mendarat. Karena itu, perpanjangan runway menjadi kebutuhan yang sangat penting untuk mendukung evakuasi maupun distribusi bantuan saat terjadi keadaan darurat,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan landasan pacu yang lebih panjang akan mempercepat mobilisasi personel, logistik, hingga bantuan kemanusiaan apabila terjadi bencana, sehingga proses evakuasi masyarakat dapat dilakukan dengan lebih efektif.
Sementara itu, Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyambut baik komitmen pemerintah pusat untuk mengembangkan Bandara Bandanaira.
Ia menilai peningkatan fasilitas bandara merupakan langkah strategis dalam membuka akses yang lebih luas menuju Kepulauan Banda sebagai destinasi wisata berkelas dunia.
“Pengembangan Bandara Bandanaira merupakan langkah yang sangat fundamental bagi kemajuan Kepulauan Banda. Kami optimistis dengan akses transportasi yang semakin baik, jumlah wisatawan akan meningkat, investasi akan tumbuh, dan pada akhirnya mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” kata Zulkarnain.




