Gangguan terhadap jalur tersebut ikut memberikan tekanan terhadap harga energi dan bensin di Amerika Serikat. Kondisi itu kemudian berkembang menjadi persoalan politik domestik bagi Trump, terutama karena harga kebutuhan energi bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
80 Persen Warga AS Prediksi Perang Berlangsung Lama
Jajak pendapat Reuters/Ipsos juga memperlihatkan bahwa mayoritas warga Amerika mulai kehilangan keyakinan terhadap kemungkinan perang berakhir dalam waktu dekat.
Sekitar 80% responden memperkirakan keterlibatan Amerika Serikat dalam konflik Iran akan berlangsung dalam jangka waktu yang lama.
Sikap tersebut tidak hanya datang dari satu kelompok politik. Sebanyak 87% responden yang berafiliasi dengan Partai Demokrat memperkirakan konflik berlangsung lama. Pandangan serupa juga muncul di kalangan Republik, dengan 71% responden menyatakan perang kemungkinan masih akan berlanjut.
Sebaliknya, hanya 16% warga Amerika yang memperkirakan konflik dapat berakhir dalam hitungan beberapa minggu.
Angka tersebut menjadi tantangan bagi Trump yang sebelumnya menggambarkan perang sebagai konflik yang relatif singkat.
Hampir enam bulan setelah serangan gabungan AS-Israel, Iran masih bertahan di tengah tekanan militer dan diplomatik Washington. Lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz pun belum kembali sepenuhnya normal.











