Seorang perempuan bernama Julie yang menolak menyebutkan nama belakangnya mengatakan pada Sabtu lalu ia melihat para petugas pada pukul 18.00. Ia melihat empat mobil polisi dan sekelompok petugas di luar rumahnya.
Ia mengatakan, mereka masuk ke dalam sebuah rumah dan satu jam kemudian agen-agen FBI dan beberapa orang tak berseragam ikut masuk. Menurut Julie, orang-orang tak berseragam itu juga petugas penegak hukum.
Beberapa waktu lalu juga terjadi serangan terhadap masjid di Minneapolis, negara bagian Minnesota, AS. Hal ini meningkatkan kekhawatiran para imam, pengurus masjid, dan aktivis komunitas Somalia Amerika tentang keselamatan jamaah mereka.
Insiden pembakaran terjadi di Masjid Omar Islamic Center pada 23 April dan Masjid Al-Rahma pada 24 April. Lokasi dua masjid tersebut berdekatan satu sama lain.
Direktur Eksekutif Council on American-Islamic Relations (CAIR) Minnesota, Jaylani Hussein, menyebut dirinya berada di dalam Masjid Al-Rahma ketika seseorang membakar lantai tiga.
“Saya berada di dalam masjid, bertemu dengan imam membahas tentang keselamatan jamaahnya, ketika saya mendengar seseorang berteriak, ‘Ada api. Ada kebakaran’,” kata Hussein dikutip di VOA, Senin (8/5/2023).
Ia bersyukur tidak ada yang terluka atas kejadian tersebut. Dia menambahkan, lebih dari 40 anak yang berada di tempat penitipan masjid telah dievakuasi dengan aman.




