Langkah tersebut dinilai perlu dipersiapkan sebagai bentuk antisipasi, terutama apabila kondisi kemarau berlangsung lebih lama dan sumber air yang tersedia tidak mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
Dengan demikian, penanganan krisis air dapat dilakukan melalui dua pendekatan sekaligus: mencari dan mengembangkan sumber air lokal serta menyiapkan distribusi air dari wilayah lain apabila kondisi darurat membutuhkan.
Di sisi lain, Pemprov Maluku Utara juga meminta seluruh pihak ikut membangun kesadaran masyarakat terkait dampak kemarau dan El Nino.
Sarbin mengimbau seluruh pihak yang terlibat dalam rangkaian peringatan HUT Provinsi Maluku Utara agar turut menyuarakan pentingnya penanggulangan kekeringan dan karhutla.
Menurutnya, krisis air dan ancaman kebakaran lahan bukan hanya persoalan pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
Di tengah kemarau panjang yang belum sepenuhnya berakhir, langkah pemerintah tersebut menjadi penting untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi sekaligus mencegah kekeringan berkembang menjadi krisis kemanusiaan yang lebih luas.
(red/mcmalut)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










