Porostimur.com, Washington – Skala serangan militer Amerika Serikat (AS) ke wilayah Iran disebut mencapai tingkat yang belum pernah terjadi sebelumnya. Laporan terbaru Financial Times mengungkap bahwa intensitas bombardir AS selama empat hari pertama operasi militer setara dengan kampanye udara selama enam bulan saat koalisi internasional memerangi kelompok ISIS di Irak dan Suriah.
Temuan tersebut disampaikan oleh Jessica Dorsey, salah satu direktur lembaga riset Realities of Algorithmic Warfare dari Utrecht University. Ia membandingkan data operasi militer terbaru dengan kampanye udara koalisi internasional melawan ISIS beberapa tahun lalu.
“Jika kita berkaca pada kampanye melawan ISIS, koalisi internasional menyerang sekitar 2.000 target dalam enam bulan pertama operasi di Irak dan Suriah. Sekarang, bandingkan dengan laporan operasi saat ini: jumlah serangan yang sama dilakukan Amerika hanya dalam empat hari pertama,” ujar Dorsey seperti dikutip, Kamis (12/3/2026).
Menurutnya, lonjakan jumlah serangan terhadap sekitar 2.000 target dalam waktu kurang dari sepekan menunjukkan eskalasi militer yang sangat signifikan dibandingkan operasi sebelumnya.
Eskalasi Konflik Sejak Akhir Februari
Konflik militer antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai memanas sejak 28 Februari 2026. Saat itu, jet tempur AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah titik strategis di Iran.











