Enam Ciri Manusia Indonesia: Potret Diri di Cermin Mochtar Lubis

oleh -1,713 views

Oleh: Nazaruddin, Kolumnis, pemerhati sosial politik

Dalam pidato kebudayaan yang disampaikannya di Taman Ismail Marzuki tahun 1977, Mochtar Lubis—jurnalis, sastrawan, dan intelektual publik terkemuka Indonesia—menggambarkan wajah manusia Indonesia dengan gaya yang lugas, tajam, dan kontroversial. Ia menyebut bahwa manusia Indonesia memiliki enam ciri utama yang membentuk kepribadian kolektif bangsa ini. Bukan untuk menjatuhkan, tapi sebagai bentuk kritik sosial yang tajam demi perubahan. Enam ciri tersebut menjadi semacam “psikoanalisis” sosial yang menggugah, dan hingga hari ini masih relevan untuk direnungkan.

1. Munafik atau Hipokrit

Ciri pertama yang dikemukakan Mochtar Lubis adalah kemunafikan. Manusia Indonesia, katanya, sering kali tidak memperlihatkan wajah yang sebenarnya. Mereka kerap berbicara tentang kebaikan, keadilan, dan moralitas, tetapi dalam praktiknya justru bertindak sebaliknya. Misalnya, pejabat yang menyerukan antikorupsi tetapi terlibat dalam praktik suap. Atau elite agama yang berdakwah tentang kejujuran tapi justru menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi.

Kemunafikan ini tumbuh dari budaya malu yang superfisial—takut ketahuan, bukan takut berbuat salah. Nilai yang ditanam bukan integritas, melainkan pencitraan.

No More Posts Available.

No more pages to load.