Ia menegaskan, tema “Bikin Terang Indonesia” yang diusung JMSI bukan sekadar slogan. Tema tersebut diadopsi sejak Musyawarah Nasional (Munas) JMSI tahun lalu sebagai sikap organisasi dalam menghadapi pesimisme di era disrupsi.
Alih-alih larut dalam kekhawatiran, JMSI memilih mengambil peran sebagai bagian dari solusi kebangsaan.
“Kita ini pelaku pers profesional. Justru di tengah banjir informasi, peran kita makin relevan,” ujarnya.
Apresiasi bagi Tokoh dan Media Inspiratif
Dalam rangka HUT ke-6, JMSI memberikan sejumlah anugerah sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi nyata di ruang publik. Teguh menjelaskan, proses kurasi dilakukan secara berlapis dengan melibatkan pengurus daerah.
Pengurus JMSI di daerah diminta mengusulkan tokoh-tokoh yang dinilai layak mendapatkan apresiasi, wartawan yang konsisten menghasilkan karya berkualitas, serta media siber paling profesional di masing-masing provinsi.
“Nama yang masuk itu sangat banyak. Tapi kita harus melakukan seleksi,” katanya.
Dari proses tersebut, JMSI menetapkan sejumlah kategori penghargaan, mulai dari Golden Media, Golden Journalist, Golden Social Media, hingga Golden Leader.
Kategori Golden Leader menjadi salah satu sorotan utama. Teguh menjelaskan, penghargaan ini terinspirasi dari kebutuhan bangsa akan pemimpin yang tidak sekadar menjabat, tetapi mampu mengeksekusi kebijakan dan memberi dampak nyata.











