Menurutnya, dibutuhkan kemauan politik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah agar pembangunan proyek strategis nasional dapat berjalan beriringan dengan perlindungan hak-hak masyarakat.
“Kalau negara melihat masyarakat lokal sebagai gangguan sosial, persoalan tidak akan selesai. Solusinya adalah menjadikan masyarakat sebagai mitra bisnis strategis yang memperoleh manfaat secara berkelanjutan bersama proyek,” ujarnya.
Ia menambahkan, tanpa keberanian politik untuk menghadirkan model pembangunan yang lebih inklusif, masyarakat lokal berpotensi hanya menjadi pihak yang menanggung dampak pembangunan, sementara manfaat ekonomi utama dinikmati pihak lain.
“Harapan kami, pembangunan Blok Masela tidak hanya menghasilkan investasi dan produksi energi, tetapi juga menghadirkan keadilan ekonomi bagi masyarakat yang selama ini hidup di kawasan proyek,” tutup Engelina.
(Kayla)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










