Eric Trump dan Politik Luar Negeri Kita

oleh -801 views

Hegemon sekarang memakai perdagangan untuk meneruskan kepentingannya. Tidak ada lagi transaksi perdagangan bebas. Yang ada hanya transaksi berdasarkan kekuasaan. Dia mendorong negara-negara middle power (Indonesia sebetulnya adalah middle power itu) untuk saling bekerja sama mengembangkan perdagangan berdasarkan pasar.

Prabowo ada di Davos ketika Carney berpidato dengan sangat bagus itu. Kalau pun dia tidak mendengarkan langsung, dia pasti membacanya. Ini membuat saya bertanya-tanya: Mengapa tidak ada pidato sekualitas Carney oleh Presiden Indonesia? Mengapa kita tidak punya politik luar negeri yang berprinsip namun tetap pragmatis?

Dan apa yang kita pidatokan di luar negeri? Kita menyamakan prestasi setahun MBG dengan McDonald yang perlu 50 tahun untuk melayani 50 juta konsumen per hari. Ya, tapi tidak ada orang keracunan makan McDonald. Kalau saja McDonald bikin keracunan seperti MBG meracuni anak-anak sekolah, tentu perusahan ini sudah gulung tikar pada saat-saat awal!

Baca Juga  Remaja 13 Tahun di Halmahera Utara Dilaporkan Hilang, Polisi Minta Bantuan Masyarakat

Politik luar negeri kita menjadi sangat mirip seperti Eric Trump. Anak terlantar yang merindukan kasih sayang bapaknya. Dan si bapak akan memberikannya HANYA jika kita memberikan sesuatu: pujian, sanjungan, dan juga kekayaan. Namun si bapak akan membuang kita kalau tidak diperlukan lagi. Kalau kita lemah, kita harus memperlihatkan sikap tunduk kepada si bapak. Kalau tidak, ya akan diculik seperti Maduro.

No More Posts Available.

No more pages to load.