Fenomena Ikan Mati Terdampar, Masyarakat Kota Ambon Tidak Perlu Resah

oleh -154 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Banyaknya ikan yang terdampar mati di pesisir pantai di wilayah Kota Ambon dan sekitarnya, memicu kegemparan di tengah-tengah warga.

Pasalnya, fenomena dimaksud hanya terjadi di beberapa wilayah seperti di Desa Seri, Desa Urimessing dan Desa Latuhalat yang berada di Kecamatan Nusaniwe, serta di Desa Hukurila, Desa Leahari, Desa Rutong dan Desa Hutumuri di Kecamatan Leitimur Selatan (Leitisel). Fenomena ini masih terjadi hingga Rabu (19/9).

Atas fenomena matinya ikan secara massal dan terdampar di pesisir pantai di wilayah Kota Ambon ini, Ketua Tim Kualitas Perairan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon, Hanung Agus Mulyadi, yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Rabu (19/9), menegaskan pihaknya masih melakukan observasi atas kualitas air dimaksud.

Selain di lokasi terdamprnya ikan-ikan mati tersebut, akunya, pihaknya juga melakukan observasi di Desa Waai, Kecamatan Salahutu, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) hingga Desa Hukurilla, Kecamatan Leitisel.

”Pada hari Senin kemarin kami telah melakukan observasi di Desa Waai dan Hukurila. Dari  hasil observasi tersebut kita melakukan kajian dari segi observasi kualitas air yang meliputi oleogo nograni. Sedangkan hari Selasa kemarin, tim LIPI melakukan analisa uji di lab. Hasil sementara yang dapat diambil, tidak ada vito plankton yang beracun. Untuk itu, saya menghimbau agar masyarakat sebaiknya tidak mengonsumsi ikan-ikan yang mati, meskipun analisa toksitas dari lab masih menunggu proses,” ujarnya.

Baca Juga  Sasar Pemukiman Penduduk, Brimob Maluku Semprot Kawasan Gunung Nona

Meski demikian, masyarakat Kota Ambon tidak perlu resah mengonsumsi ikan air laut selain ikan-ikan yang terdampar tadi.

Hal mana dibenarkan Petugas B2 Laut LIPI Ambon, Harno. Dimana, menurutnya hasil uji lab akan diteliti lebih lanjut dengan mengirim contoh sempel ikan mati ke Jakarta dan hasil pemeriksaanya bisa diketahui dalam waktu dekat.

”Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia Ambon akan mengundang stekholder, dalam hal ini Balai Karantina, Balai Penangulangan Bencana, untuk memberikan pencerahan bagi masyarakat agar berhati-hati dalam mengonsumsi ikan. Harapan kami, ada suatu rekomendasi dari LIPI Ambon untuk dibawa kepada Pemerintah Kota Ambon agar Pemkot Ambon bisa menghimbau masyarakat agar tidak perlu kawatir,” jelasnya.

Baca Juga  Diduga Sunat Honor PAM TPS, Ratusan Anggota Demo Kapolres Halsel

Salah satu staf Pengendalian Hama Penyakit Hasil Perikanan, Ridwan, saat berhasil dikonfirmasi wartawan menjelaskan pihaknya akan berkoordinasi lintas instansi, Kamis (19/9).

”Hasil rapat kami di LIPI, besok kami akan melakukan koordinasai seluruh insan terkait dalam bidang ini. Akan dilakukan paparan dari masing-masing unit kerja, sampai kesimpulan. Lusa kami sudah koordinasi sama Kepala Dinas Perikanan Kota, kami akan menyerahkan hasil laporan itu. Nanti Pak Walikota selaku pimpinan kota di Ambon yang akan menyampaikan secara terbuka ke teman-teman media. Untuk hasilnya masing-masing memang sudah ada. Nanti kami satukan semua yang ada di unit lembaga-lembaga perikanan ini. Secara umum ini bisa dibilang kalu tingkat kematian ikan ini diduga akibat lingkungan misalnya. Dari ciri-ciri fisik ada menarik dari sini. Ini kondisi lingkungan lagi ekstrim di beberapa tempat, termasuk perairannya. Dari sekian hasil yang kami temukan ini, memang apakan itu ada misalnya faktor racun misalnya, faktor gen haram misalnya. Kalau kita ambil kesimpulan dari awal begini saya kira masih akurasinya masih kurang,” tegasnya. (lia)