Porostimur.com, Jakarta – Perayaan ulang tahun Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menuai kritik dari berbagai kalangan. Momen yang berlangsung di tengah tekanan ekonomi masyarakat itu dinilai mencerminkan kurangnya sensitivitas elite kekuasaan terhadap kondisi publik.
Direktur Eksekutif Centre for Indonesia Strategic Actions (CISA), Herry Mendrofa, menilai perayaan tersebut tidak sekadar acara pribadi, melainkan memiliki dimensi politik yang kuat.
“Di tengah kondisi masyarakat yang masih bergulat dengan ketidakpastian ekonomi, pesta semacam itu justru menampilkan wajah kekuasaan yang arogan dan tidak peka,” ujar Herry saat dihubungi di Jakarta, Jumat (17/4/2026) malam.
Menurut dia, publik tidak bisa memisahkan antara jabatan publik dengan tindakan personal pejabat tinggi negara. Apalagi, perayaan tersebut terekspos luas ke ruang publik.
“Alih-alih menunjukkan kedekatan dengan rakyat, istana seakan menegaskan jarak sosial yang lebar antara elite dan masyarakat biasa. Ini bukan sekadar pesta pribadi, melainkan simbol ketidakpedulian terhadap rasa keadilan publik,” tegasnya.
Kontras dengan Kesederhanaan Titiek
Sorotan terhadap perayaan ulang tahun Teddy semakin menguat karena berbarengan dengan ulang tahun Ketua Komisi IV DPR, Siti Hediarti Soeharto, yang dirayakan secara sederhana.









