Fraksi Demokrat Minta Pemkot Ambon Segera Berlakukan Sekolah Tatap Muka

oleh -57 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Anggota Fraksi Demokrat di DPRD Kota Ambon, Julius Joel Toisuta kembali mengingatkan kepada Pemerintah Kota Ambon dalam hal ini Walikota Ambon dan dinas terkait untuk secepatnya menyelenggarakan belajar tatap muka dibuka.

Toisuta berharap agar Dinas Pendidikan dan Dinas Sosial dapat berkolaborasi melihat anak-anak yang sudah dua tahun tidak mengenal bangku sekolah dan memilih bermain di jalan.

“Artinya dari Fraksi Demokrat punya pikiran, yang pertama harus dievaluasi masalah proses PPKM, kalau umpamanya kita sudah ada di Zona kuning, karena kalau dibilang zona kuning berarti sudah aman,” ungkap Toisuta kepada Porostimur.com di Baileo Rakyat-Belso, Jum’at (17/9/2021).

Lanjutnya, kalau memang ini masih ada instruksi dari pusat ya silakan PPKM dilaksanakan, diperpanjang, cuma kalau bisa itu lebih dibuka ruang diberikan kesempatan kepada masyarakat untuk ada aktivitas lanjutkan apalagi terkait dengan pendidikan tatap muka.

Karena hampir semua daerah sudah lakukan itu kenapa Kota Ambon belum? Ini kan vaksin sudah dilakukan sebagian besar untuk anak-anak, tetapi kenapa tidak di dorong untuk proses belajar tatap muka.

Baca Juga  Bersepeda, Kapolres Halsel Bersama Komunitas Gowes Bagikan Bansos di Desa Kubung

“Sampai kapan katong tetap dengan online? dan pemerintah kota Ambon, khsusus walikota catat sajalah, jangan sampai setelah ini tingkat kebodohan lebih nampak di Kota Ambon karena memang proses belajar online ni yang sifatnya tidak maksimal, tidak efektif jadi barangkali itu perlu kami tegaskan kepada walikota, atas nama Partai Demokrat,” tegas Toisuta.

Toisuta bilang, kalau memang ada tugas-tugas lain yang akan dilakukan oleh walikota tidak masalah, cuma yang kami minta supaya tolong dibuka lah proses belajar secara tatap muka, sampai kapan lagi, harus dibuka.

“Sementara kita sudah ada di zona Kuningan, bisa dibuka , tapi protokol kesehatannya tetap diperketat , bila perlu nantinya juga waktu belajarnya itu pakai sift (pemabagian waktu belajar) supaya memang katong punya anak-anak ini, bisa ditakutkan anak-anak ni jangan sampe tidak kenal dong punya guru lagi, artinya ini lelucon ya, tapi yang ditakutkan begitu, karena memang sudah cukup lama, dua tahun tidak ada proses tatap muka,” ujarnya.

Baca Juga  Saulahirwan: Pernyataan Hendrik dan Benhur Soal PI 10 Persen Jangan Dipolitisir

Toisuta juga mengatakan, kemudian pengawasan guru terhadap proses pendidikan anak di rumah juga tidak jalan maksimal, apalagi orang tua yang acuh tau terhadap proses pendidikan anak orang tua malas tau, kan kasian anak-anak menjadi rugi.

“Dan bagaimana mereka menangkap sebuah proses pendidikan secara baik. Dan saya minta dengan tegas wali harus membuka pendidikan tatap muka, itu tegas kami minta dari Partai Demokrat. Karena tidak ada proses tatap muka secara langsung yang nantinya menutup kesibukan anak bermain di luar dan sebagainya tapi juga proses ini juga menjadi perhatian oleh pemerintah kota dalam hal ini Dinas Sosial,” tegasnya.

“Sebenarnya Dinas Sosial sudah harus mengambil langkah jangan terjadi proses pembiaran karena sudah cukup banyak anak-anak yang usia pendidikan tetapi sampai malam masih di jalan. Ini harus menjadi perhatian Dinas Sosial, supaya ada pengawasan, sekarang kita bicara bagaimana supaya kita bisa menghasilkan kualitas anak yang baik, sementara proses pembiaran itu tetap berlangsung di tengah-tengah kehidupan masyarakat kan kasihan,” bebernya.

Baca Juga  Pemprov optimis pengusaha bakal ekspor langsung dari Maluku

Harapan Toisuta, ini juga menjadi perhatian dari Dinas Sosial ditambah juga dengan Dinas Pendidikan supaya ada kolaborasi terkait dengan bagaimana kita, “melihat anak-anak yang sementara ini masih di luar rumah,dan ini harus jadi perhatian Pemerintah. Artinya ini pikiran yang harus kita nyatakan secara bersama,” tutupnya. (nicolas)

No More Posts Available.

No more pages to load.