Ia mengajak seluruh organisasi mahasiswa untuk mengedepankan dialog, argumentasi yang rasional, serta kritik yang berbasis data.
“Mahasiswa seharusnya menjadi pelopor lahirnya ruang diskusi yang sehat. Kritik harus disampaikan berdasarkan fakta, argumentasi yang rasional, dan data yang dapat dipertanggungjawabkan. Jangan sampai ruang publik dipenuhi provokasi yang justru memperbesar potensi konflik,” katanya.
Di akhir keterangannya, Ali mengajak seluruh elemen masyarakat Maluku menjaga persatuan, menghormati proses hukum, dan menjadikan kritik sebagai instrumen memperkuat demokrasi, bukan membangun kebencian.
“Marilah kita sama-sama menjaga persatuan, menghormati proses hukum, dan menjadikan kritik sebagai sarana memperkuat demokrasi, bukan sebagai alat untuk membangun kebencian. Maluku membutuhkan kedewasaan berpikir, dialog yang sehat, serta komitmen bersama untuk menjaga harmoni dan semangat orang basudara,” pungkasnya.
(Leonard Manuputty)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com











