Gelar Demonstari, GMKI Cabang Ambon Tuntut Kejati Maluku Seriusi Pembalakan Hutan Sabuai

oleh -125 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon melakukan aksi demonstrasi di depan kantor Kejaksaan Tinggi Maluku terkait pembalakan hutan di Negri Sabuai, Senin (16/08/21).

Kepada wartawan porostimur.com, koordinator aksi, Yongki Leslessy, menyampaikan, pembalakan hutan adat di Negeri Sabuai yang dilakukan oleh CV SBN sudah berjalan sejak tahun 2018-2020. Hal ini menurutnya sudah meresahkan masyarakat adat Negeri Sabuai karena masyarakat adat Negri Sabuai merasakan dampak buruk dari adanya pembalakan hutan tersebut.

Yongki bilang, dampak buruk yang dirasakan masyarakat Sabuai salah satunya yaitu banjir yang terjadi pada tanggal 6 Agustus 2021 yang disebabkan oleh pembalakan hutan tersebut.

“Masyarakat Sabuai sudah melakukan beberapa cara untuk menghentikan kegiatan CV SBM tersebut, termasuk menyurati Kejati dan Kapolda Maluku namun tidak dihiraukan.

“Kemudian dilanjutkan dengan pemblokiran jalan di hutan adat tersebut berturut-turut sampai tiga kali, namun CV SBM masih tetap melakukan pembalakan hutan. Dan pada akhirnya masyarakat Sabuai merusak alat berat milik CV SBN,” ujar Yongki.

Baca Juga  Tembak Mati Warga, OPM Minta Pekerja Indonesia Tinggalkan Papua

“Kemudian CV SBM melaporkan barang yang dirusak tersebut kepada Kapolda Maluku dan Kapolda Maluku langsung turun investigasi kemudian menetapkan dua orang masyarakat adat sebagai tersangka. Hal ini sangat disayangkan oleh GMKI karena ketika masyarakat adat yang melaporkan pembalakan hutan tidak direspon oleh Kapolda dan Kejati Maluku namun ketika orang-orang korporasi yaitu CV SBM melaporkan langsung ditanggapi” tambahnya.

Bukan cuma itu, Yongk menjelaskan, penetapan putusan hukum oleh Kejari SBT yang menetapkan hukuman 1 tahun 2 bulan namun hakim kembali memutuskan hukuman selama 2 tahun, hal ini yang membuat penilaian yang ganjil oleh GMKI.

” Kami mengharapkan ada koordinasi antara Kejati Maluku dan Kejagung RI untuk menolak berkas dari dua orang tersangka yang ditetapkan oleh Kapolres SBT Maluku, kami juga menghimbau kepada Kejati RI untuk meragukan jiwa kepemimpinan Kejati Maluku karena tidak pernah menanggapi tuntutan kami dan juga akan melayangkan mosi tidak percaya kepada Kejati Maluku,” pungkasnya. (nur)