Dalam pidato perdananya, Arwan menegaskan bahwa perjuangan membebaskan 11 warga akan menjadi salah satu prioritas kepengurusannya.
“Organisasi ini harus hadir untuk masyarakat. Pembebasan 11 warga adalah tanggung jawab moral kita bersama. Saya berkomitmen menjadikan isu ini bagian dari kerja nyata,” katanya.
Hardian Bontan yang kalah dalam pemilihan pun menyatakan dukungannya terhadap agenda tersebut.
“Isu keadilan jauh lebih penting daripada perbedaan pandangan di internal organisasi. Kita semua satu suara untuk pembebasan 11 warga,” ujarnya.
Komitmen Mahasiswa untuk Rakyat
Mubes bertema “Mewujudkan Kepemimpinan yang Berintegritas dan Loyalitas dalam Membenahi Organisasi IPMMS-HT” itu akhirnya ditutup dengan satu pesan utama: memperkuat organisasi sekaligus mengawal kepentingan rakyat.
Dengan kepemimpinan baru, IPMMS-HT menegaskan komitmennya menjadikan isu pembebasan 11 warga Maba Sangaji sebagai agenda bersama. Solidaritas mahasiswa diyakini akan terus bergema hingga keadilan benar-benar terwujud. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com











