Porostimur.com, Saumlaki – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Kepulauan Tanimbar melakukan aksi unjuk rasa mengenai persoalan kerakyatan di kabupaten tersebut.
Aksi unjuk rasa yang dipimpin Jois Krestofol Esauw dan kawan-kawan itu, berlangsung di depan kantor Bupati dan DPRD Tanimbar, Jalan Ir Soekarno, Saumlaki, Senin (21/11/2022).
Massa aksi membawa pamflet bertuliskan, Tanimbar Berduka, Segera Bayar Tatanaman Masyarakat Desa Bomaki, Utang Matreal di Desa Tumbur, Harga BBM Naik kenapa Kopra tidak, segera bayar gaji/tunjangan ASN selama 1 tahun, tuntaskan mafia korupsi di KKT dan Evaluasi 7 program prioritas Penjabat Bupati Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Esauw mengatakan, dapat kita ketahui bersama bahwa banyak sekali problematika dan masalah sosial yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) yang telah dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Kepulauan Tanimbar itu sendiri, yakni kebijakan pelayanan publik yang tidak efektif dan efisien sehinga dapat merugikan komponen masyarakat.
“Berdasarkan hasil riset dan kajian kami DPC GMNI Kabupaten Kepulauan Tanimbar, bahwasanya ada beberapa problem yang dapat kami temukan di beberapa wilayah atau desa seputaran kabupaten maupun Kota Saumlaki,” ujar Esau.











