Hal serupa disampaikan Anto, warga lainnya, yang menyebut guncangan cukup kuat dan membuat warga memilih menjauh dari bangunan.
“Getarannya cukup kuat dan berlangsung beberapa detik. Banyak warga memilih keluar rumah karena khawatir ada gempa susulan,” katanya.
Kepanikan juga terjadi di Rumah Sakit Samaritan Palu. Pasien, keluarga pasien, serta tenaga medis bergegas keluar menuju area terbuka untuk menghindari risiko bangunan.
Sejumlah pasien bahkan harus dievakuasi menggunakan kursi roda dan tempat tidur oleh petugas medis.
“Kami berlarian keluar karena guncangannya sangat terasa,” ujar Salam, salah satu warga yang berada di rumah sakit saat kejadian.
Petugas rumah sakit terlihat sigap mengoordinasikan evakuasi dan memastikan seluruh pasien dalam kondisi aman.
Kerusakan Bangunan, Plafon Auditorium Untad Roboh
Dampak gempa juga dilaporkan menyebabkan kerusakan pada sejumlah bangunan. Salah satunya terjadi di kompleks Universitas Tadulako (Untad) Palu, di mana plafon auditorium dilaporkan roboh akibat guncangan.
Informasi tersebut disampaikan pakar kegempaan sekaligus anggota Pusat Studi Gempa Nasional (Pusgen), Sudaryono, melalui unggahan di media sosial.
“Dampak gempa Sulawesi Tengah, M 6,7 pada Selasa (16/6/2026) pukul 10.27 WIB. Menimbulkan kerusakan pada bangunan auditorium Untad,” tulisnya.









