Gonone: Pulau Kurma dan Jejak Masa Silam

oleh -364 views

Pada 1939, masyarakat mulai menanam pohon kurma, simbol ketabahan dan harapan. Pohon itu tumbuh, akarnya menghunjam tanah, menjadi saksi pergulatan antara tradisi lama dan keyakinan baru. Kepercayaan animisme yang dikenal sebagai Soa Nyage Moi perlahan memudar. Pada tahun 1957, ketika pohon kurma itu berbuah untuk pertama kalinya, satu keluarga terakhir yang masih memeluk animisme beralih ke Islam. Sejak saat itu, Gonone menjadi desa yang warganya beragama Islam, dan pohon kurma masih berdiri kokoh hingga hari ini, buahnya dinikmati generasi demi generasi.

Tahun 1957 bukan hanya menjadi momen penting bagi perubahan spiritual masyarakat Gonone tetapi juga tahun kelahiran masjid pertama di pulau ini. Masjid Gonone didirikan dengan semangat kebersamaan, berdiri teguh di atas tanah yang menjadi saksi konversi agama besar-besaran masyarakat Tobelo. Dibangun sederhana, masjid ini menjadi pusat kegiatan religius sekaligus simbol keberlanjutan tradisi Islam; namanya Masjid Nurul Hidayah.

Baca Juga  Curanmor Subuh di Jailolo Terungkap, Dua Pelaku Dibekuk Tim Resmob Polres Halbar

Pohon kurma di halaman masjid, yang telah berbuah sejak 1957, menjadi pengingat kolektif masyarakat akan masa lalu mereka. Setiap buahnya adalah simbol berkah, mempertegas hubungan spiritual antara alam, manusia, dan Sang Pencipta. Pada setiap hari Jumat, adzan yang menggema dari masjid bercampur dengan desiran angin laut, menciptakan harmoni yang hanya bisa dirasakan di Gonone.

No More Posts Available.

No more pages to load.