Di Kao, ketika rehat selepas peresmian terminal, Gubernur AGK curhat kepada Presiden. “Saya curhat. Saya sampaikan, Bapak Presiden, Kota Sofifi itu ibukota Provinsi. Sampai sekarang belum berkembang. Statusnya masih sebagai kota kecamatan. Akibatnya Pembangunan dan pembanganan kota menjadi terkendala. Padahal, usia Sofifi sebagai ibukota Maluku Utara sudah 22 tahun”, buka Gubernur AGK dengan sumringah.
Tak Panjang kata, Presiden Jokowi langsung memberi respon serius. Di hadapan Gubernur AGK, Jokowi menelepon beberapa Menteri. Pesan Jokowi kepada para pembantunya tunggal : “Selesaikan dan Benahi Ibukota Sofifi”.
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian untuk segera menyelesaikan permasalahan Sofifi sebagai Ibu kota Maluku Utara. Kata Tito, permasalahan pokok yang menghambat eksekusi program pembangunan di Sofifi, yaitu karena tidak adanya kepastian soal permasalahan administrasi pemerintahan. Sofifi ini sebagai jalan tengah, yang ditetapkan menjadi Ibukota diantara Ternate dan Tidore,
Tanggung jawab penataan ibukota Sofifi juga didelegasikan kepada beberapa kementerian. Mereka menjalankan titah dari Jokowi. Titah itu adalah respon dari CURHAT dari Gubernur AGK di Kao. Maka, sejak kemarin dan hari ini, rombongan Menteri tersebut berada di Sofifi.




