Gus Baha merasa heran, kenapa manusia bisa sedemikian ribet dalam hidupnya.
Menurut Gus Baha, ya karena manusia itu terlalu berlebihan dan menginginkan banyak hal yang sebenarnya tidak diperlukan.
“Contohnya makan enak itu apa? Sebenarnya jawabannya sederhana saat kita lapar makanan apapun asal sehat dan halal menjadi enak,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa manusia sering menterjemahkan makan enak itu pada objek makanan. Bukan karena ia lapar sehingga harus makan.
“Tapi kita menerjemahkan makan enak ya makan sate, gule dan lainnya, belum lagi tempatnya harus di warung makan yang bagus, harus ditemani pelayan. Hal itu akan membuat hidup kita jadi ribet,” ujar Gus Baha.
Coba kalau seseorang tersebut pas sedang lapar-laparnya, kemudian ia gak akan makan kalau gak nemu warung yang enak.
Pas keadaan demikian ternyata warung yang dituju tutup, menurut Gus, apa gak susah hidup seperti ini.
“Betapa ribet hidup kita hanya untuk makan enak,” jelasnya.
Lebih lanjut Gus Baha menyarankan agar dalam hidup semaksimal mungkin tidak tergantung pada banyak hal. Hidup itu apa? Hidup yang paling mulia itu yang paling dekat dengan Allah.***









