Gus Baha: Manusia yang Bergantung pada Banyak Hal akan Susah Bersyukur

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Dalam kajian tausiahnya Gus Baha pernah menyinggung manusia yang tidak pandai bersyukur.

Gus Baha menyampaikan dalam menggapai kebahagiaan, semua orang tentu memiliki porsinya masing-masing.

Gus Baha sebut, tidak selalu kebahagiaan itu harus didukung dengan bergelimpangan harta dan kekayaan.

Justru kata Gus Baha manusia model begitu yakni selalu menggantungkan kebahagiaan pada banyak hal akan berpotensi sedikit bersyukur.

Jadi, kunci bahagia menurut Gus Baha adalah tidak selalu menggantungkan kebahagiaan dalam segala hal.

“Kalau manusia ingin bahagia janganlah bergantung pada banyak hal”, ucap Gus Bha seperti dilihat mantrasukabumi.com dari unggahan video di kanal YouTube Santri Muda Gus Baha, 20 September 2021.

Gus Baha menegaskan jika demikian, maka akan sedikit manusia yang bersyukur.

“Jika kebahagiaan manusia tergantung pada banyak hal, maka manusia akan jadi makhluk yang susah bersyukur,” tambahnya.

Baca Juga  Maju di Pilkada Kepulauan Sula, Ini Gebrakan yang akan Dilakukan Zulfahri Duwila

Ia mencontohkan, misal untuk bahagia, seseorang itu bisa melakukannya kapan saja.

Kebahagiaan tidak bisa di ukur seberapa seseorang tersebut terkenal dan memiliki banyak uang.

“Ndak usah nunggu harus terkenal, harus punya uang banyak, harus ini harus itu. Kalau untuk bahagia saja harus menggantugkan pada berbagai kemungkinan dan keadaan betapa kita akan menjadi manusia yang susah bersyukur,” sambung Gus Baha.

Gus Baha merasa heran, kenapa manusia bisa sedemikian ribet dalam hidupnya.

Menurut Gus Baha, ya karena manusia itu terlalu berlebihan dan menginginkan banyak hal yang sebenarnya tidak diperlukan.

“Contohnya makan enak itu apa? Sebenarnya jawabannya sederhana saat kita lapar makanan apapun asal sehat dan halal menjadi enak,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa manusia sering menterjemahkan makan enak itu pada objek makanan. Bukan karena ia lapar sehingga harus makan.

Baca Juga  Pimpinan BRI Ambon Temui Kapolda Maluku

“Tapi kita menerjemahkan makan enak ya makan sate, gule dan lainnya, belum lagi tempatnya harus di warung makan yang bagus, harus ditemani pelayan. Hal itu akan membuat hidup kita jadi ribet,” ujar Gus Baha.

Coba kalau seseorang tersebut pas sedang lapar-laparnya, kemudian ia gak akan makan kalau gak nemu warung yang enak.

Pas keadaan demikian ternyata warung yang dituju tutup, menurut Gus, apa gak susah hidup seperti ini.

“Betapa ribet hidup kita hanya untuk makan enak,” jelasnya.

Lebih lanjut Gus Baha menyarankan agar dalam hidup semaksimal mungkin tidak tergantung pada banyak hal. Hidup itu apa? Hidup yang paling mulia itu yang paling dekat dengan Allah.***

No More Posts Available.

No more pages to load.