Ungkapan Perasaan Novi Ayla Tertuang dalam Single “Jangan Minta Sabarku”

oleh -24 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Penyanyi jebolan ajang pencarian bakat KDI, Novi Ayla kembali merilis album berjudul “Jangan Minta Sabarku” ciptaan Prie Keyboard, Kamis.

Album yang merupakan kisah pengalaman pribadi Novi ini dituangkan dalam empat lagu, di antaranya “Jangan Minta Sabarku”, “Belum Tau Dia”, “Tangis Bahagia”, dan “Cinta Penyembuh Luka’”

Berbeda dari album sebelumnya yang kental dengan genre dangdut, album Novi kali ini yang berada di bawah naungan label JK Records bergenre dangdut pop modern, dan melibatkan beberapa musisi internasional dari berbagai negara.

“Jangan Minta Sabarku” yang dirilis di YouTube Channel JK Records ini juga dapat didengarkan di seluruh digital streaming platform seperti YouTube Music, Spotify, Joox, Deezer, Langit Musik dan lainnya dua minggu setelah videonya rilis.

“Ini kesabaran seorang wanita, yang sebenarnya sabar itu nggak ada batasnya. Tapi memang ada batasan-batasan dalam sebuah hubungan suami istri, dan ada batasan-batasan yang tidak bisa tolerir lagi, akhirnya ya selesai. Akhirnya memberanikan diri untuk memutuskan menyelesaikan komitmen dengan pasangan kita,” tutur Novi di kantor JK Records, Cideng, Jakarta. Kamis (23/9/2021).

Baca Juga  Bahas Situasi Terkini, Polda Maluku Vicon Bersama Wakapolri

Novi yang menganggap Prie sang pencipta lagu ‘Jangan Minta Sabarku’ seperti kakaknya sendiri. Novi pun bercerita tentang apa yang dialaminya dengan rumah tangganya.

“Belum cerita saja saya sudah nangis, itu pun nggak kebayang ceritanya bakal jadi lagu. Jadi memang real, lagu ini kisah nyata dan sebagai ungkapan perasaanku juga,” aku Novi lagi.

Dikatakan Novi lagu “Jangan Minta Sabarku” ini bukan untuk membuka aib pribadinya namun memang kejadian yang sesungguhnya seperti itu.

“Ini true story. Sebelumnya juga ada kejadian yang di luar keinginan kita, sampai harus berurusan ke pihak yang berwajib segala. Ya ceritanya udah kayak FTV-lah,” tandas Novi.

Lebih jauh Novi memaparkan dengan kejadian yang dialaminya ini merupakan akhir dari batas sabarnya. “Dan kami pun sepakat memutuskan untuk menjalankan hidup masing-masing,” tambah Novi.

Baca Juga  Pemkot Ambon Tuai Apresiasi dari Kementerian PANRB

Dalam membawakan lagu ini menurut Novi ada tantangannya, bila di lagu sebelumnya identik dengan cengkoknya, namun di lagu “Jangan Minta Sabarku” ini lebih ke feel. Tak hanya itu Novi juga harus mengontrol emosinya agar tidak terlarut dengan situasianya.

“Jadi nyanyinya bener–bener terasa. Seperti yang Mas Prie bilang ‘kita kayak orang perang, kita sudah kalah tapi kita masih berusaha untuk berdiri’. Jadi ngasih rasa itu-nya yang susah. Tapi ya Alhamdulillah, cara bernyanyinya sudah bisa mewakili perasaan apa yang disampaikan dalam lagu,” jelasnya.

Prie Keyboard selaku pencipta lagu menuturkan bahwa dirinya hanya menjembatani keinginan penyanyinya, Novi. Berawal dari curhatan Novi tentang pengalaman pribadinya membuatnya terbayang terus-menerus.

“Alhamdulillah jadi lagu. Lagu ini ceritanya curhat tapi secara musik kita kerja bareng dengan Mas Nyo. Mudah–mudahan dengan sentuhan Mas Nyo ini jadi sajian baru dan berbeda,” ungkap Prie.

Baca Juga  Ini Proyeksi Lonjakan Pengangguran dan Kemiskinan Akibat Corona

Leonard Nyo Kristianto, Produser JK Record mengungkapkan bahwa dirinya mengenal Prie sudah lama dan kolaborasi arransemant musik ini bukan kali pertama. Sebelumnya kolaborasi musik lagu “Laksmana Raja Di Laut” pernah dikerjakan secara bersama.

Kita sudah lama kenal, dan sudah tahu gimana hasil kerjanya. Jadi kita cocok untuk kolaborasi,” aku Nyo.

Tak tanggung–tanggung, dalam pengerjaan arransement musik lagu “Jangan Minta Sabarku” ini melibatkan musisi Hendri Lamiri dengan sentuhan biolanya serta musisi internasional di antaranya Silvio Centamore (drums), Tom Zien (Hammond) dan Leonardo Zorzi (string and virtual orchestration).

“Lagu yang sudah baik didukung harmoni yang sangat lebar serta alunan biola. Makanya saat mendengar lagunya ini memang lagu nangis, dan lebih baik lagi dibikin menguras air mata,” pungkas Nyo.

(red/beritasatu.com)

No More Posts Available.

No more pages to load.