“Selama operasi, kendaraan seperti ambulans digunakan untuk tujuan operasional, tanpa otorisasi dan tanpa persetujuan komandan terkait,” lanjut IDF.
“Penggunaan kendaraan seperti ambulans selama operasi merupakan pelanggaran serius, melampaui kewenangan, dan melanggar perintah dan prosedur yang ada,” imbuh IDF.
Disebutkan juga bahwa komandan unit Duvdevan telah ditegur.
Namun, IDF tidak memberikan informasi terbaru tentang kematian Halima, dengan mengatakan: “Keadaan insiden sedang diperiksa”.
Pelapor Khusus PBB untuk wilayah Palestina yang diduduki Israel Francesca Albanese menyaksikan video CCTV dan mengatakan kepada Sky News bahwa kematian Halima bisa jadi merupakan “kejahatan perang”.
“Ketika saya melihat rekamannya, yang tampak jelas adalah tidak ada tindakan pencegahan yang diambil—dalam operasi yang legalitasnya masih diperdebatkan—untuk menghindari atau menyelamatkan nyawa warga sipil,” katanya.
“Tidak ada prinsip proporsionalitas karena ada tembakan liar yang diarahkan ke target yang diidentifikasi dan pada akhirnya tidak ada penghormatan terhadap prinsip pembedaan,” ujarnya.
“Jadi ini adalah pembunuhan berdarah dingin dan bisa jadi merupakan kejahatan perang sebagai pembunuhan di luar hukum,” imbuh dia.









