BMKG juga memantau aktivitas penyebaran abu vulkanik dari gunung api lain di Indonesia pada Senin pagi.
Di Nusa Tenggara Timur, sebaran abu Gunung Lewotolo terpantau bergerak ke arah barat dan memengaruhi sebagian kawasan Kabupaten Lembata. Sementara di Jawa Timur, abu vulkanik Gunung Semeru bergerak ke arah timur dan mencakup sebagian wilayah Kabupaten Lumajang.
BMKG Minta Warga Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan
Selain sebaran abu, kondisi cuaca di sekitar sejumlah gunung api yang tengah dipantau umumnya berkabut hingga berawan tebal. Kondisi tersebut berpotensi menurunkan jarak pandang.
BMKG mengimbau masyarakat yang berada di sekitar kawasan gunung api maupun wilayah yang terdampak paparan abu vulkanik untuk tidak panik, namun tetap meningkatkan kewaspadaan.
Warga disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Jika harus bepergian di wilayah yang terpapar abu, masyarakat dianjurkan menggunakan masker untuk mengurangi risiko menghirup debu vulkanik.
“Masyarakat diimbau tetap waspada dan mengikuti informasi resmi dari BMKG, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi, serta pemerintah setempat,” pesan BMKG.
Informasi resmi terkait perkembangan aktivitas gunung api dan potensi sebaran abu penting menjadi rujukan masyarakat, terutama bagi warga yang berada di wilayah yang terdampak langsung maupun jalur pergerakan abu vulkanik.









