Hanubun Bertindak Selaku Inspektur Upacara Memperingati HUT PGRI

oleh -12 views
Link Banner

Porostimur.com – Langgur: Bupati Maluku Tenggara, Muhamad Thaher Hanubun bertindak selaku inspektur upacara pada peringatan HUT PGRI yang berlangsung di stadion Maren Langgur, 25/11/21.

Dari dalam upacara tersebut unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketua DPRD, para guru serta siswa dan siswi se-Kabupaten Malra.

Pada peringatan HUT PGRI yang berlangsung secara serempak di seluruh Indonesia, Hanubun membacakan sambutan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim.

Dalam sambutan tertulis yang dibacakan Hanubun, menurut Makarim, pada tahun 2019 kita mengalami sebuah ujian, dimana semua guru baik dari Sabang sampai Merauke mengalam ujian baik ekonomi, Covid bahkan goncangan bathin.

Sehingga yang terjadi adalah kebalikan dari guru yang harus mencari murid-murid di rumahnya masing-masing.

Baca Juga  Pekerja Publik & Lansia di Wilayah Kei Besar Jalani Vaksinasi Covid-19 Tahap II

Ada kesedihan terlihat di raut wajah para murid yang muncul kebosanan, kesepian dalam diri akibat jarang bertemu dengan teman- teman mereka.

Di tengah keterpurukan akibat Pandemi Covid yang melanda, terlintas di raut wajah mereka keputusasaan, justru adanya terobosan-terobosan yang mereka inginkan di sekolah.

Ini sebuah pelajaran hidup, bahwa pandemi bukan mengendorkan semangat melainkan, justru melanyakan obor perubahan, dimana para guru se-Indonesia menginginkan sebuah perubahan, beber Makarim.

Lebih lanjut dikatakan, para guru menginginkan perubahan adalah kesejahteraan yang layak dan manusiawi serta akses teknologi yang berbasis murah dan relevan, serta kurikulum yang sederhana dan praktis yang mudah dipahami oleh para siswa-siswi.

Baca Juga  Proyek Pelabuhan dan Bandara Bakal Digarap di Maluku, Kepengnya dari Sini!

Keinginan lain para guru adalah, bagaimana keberpihakan kepala sekolah kepada mereka, bukan pada birokrasi, karena keinginan guru untuk berinovasi tanpa ditunggangi oleh muatan lain.

Makarem mengatakan, gerakan ini memang tidak bisa dibendung, karena ini murni lahir dari setiap insan para guru yang memiliki keberanian untuk selangkah lebih maju lagi.

Dengan dasar itulah saya tidak akan berhenti dan terus berupaya memperjuangkan kemerdekaan belajar, bagi seluruh guru yang ada di republik ini,” tegasnya. (saad)

No More Posts Available.

No more pages to load.