Nefi bangun dari tempat duduk dan meninggalkan Moka sendirian. Kebenciannya selama bertahun-tahun benar-benar membuat Nefi lupa dengan yang Namanya perasaan cinta. Sesampainya di rumah Nefi langsung mandi dan bersiap untuk tidur saat dirinya ingin tertidur amarah di dalam dirinya tetap tidak mau hilang mengingat setiap perkataan Moka membuat dirinya benar-benar kesal hingga amarah itu menjadi niatnya untuk menghentikan pikirannya memikirkan sosok Moka.
Nefi menuju ke dapur dia meilhat pisau yang besar itu dia langsung mengambilnya untuk menyayat pergelangan tangannya sebelah kiri, dia tidak merasakan sakit sama sekali yang Nefi pikirkan saat itu adalah rasa sakit itu dapat mengalihkan pikiran Nefi dari sosok Moka yang memenuhi pikirannya. Nefi menuju ke kotak penyimpanan milikinya untuk saat seperti ini diraihkannya kain untuk menutupi luka itu dan kemudian dirinya melanjutkan tidur.
Keesokan harinya Nefi pergi ke rumah sakit untuk bekerja seperti biasa, di rumah sakit tidak ada seorang pun yang menyadari lengan Nefi itu karena Nefi berhasil menyembunyikan luka itu dibalik kain putih. Saat sedang istirahat, Nefi duduk sendirian di taman sembari melihat sekitar hingga matanya melihat sosok Moka dia langsung berdiri dan berjalan untuk pergi tapi sebelum itu Moka berhasil meraih tangannya sebelah kiri, saat Moka ingin mengucapkan sesuatu Moka menyadari ada sebuah kain putih yang membalut pergelangan kiri Nefi tapi lama-lama Moka terkejut karena kain putih itu semakin lama semakin berubah warnanya menjadi warna merah tidak lama kemudian Nefi pun terjatuh pingsan sedangkan Moka berteriak dan langsung membawanya ke UGD. Saat di UGD para pekerja yang bekerja segera memberikan pertolongan pertama termasuk Moka. Moka ikut memberikan pertolongan pertama dengan membuka kain yang sudah berwarna merah itu dan menjadi terkejut karena di balik kain itu Moka melihat sayatan yang besar di pergelangan tangan Nefi.









