Hari ini, 1 Januari 630 M, Nabi Muhammad SAW Taklukkan Makkah tanpa Pertumpahan Darah

oleh -16 views
Makkah Kota yang Diberkahi Allah. Pemandangan kota Makkah pada abad ke 11 Masehi. Foto: Dok. Republika

Hari ini 1.394 tahun lalu, Nabi Muhammad SAW berhasil menaklukkan kota Makkah. Dengan 10 ribu pasukannya, Makkah ditaklukkan nyaris tanpa pertumpahan darah pada 1 Januari 630 M atau bertepatan 20 Ramadan 8 Hijriyah.

Dikutip dari jateng.nu.or.id, kala itu Rasulullah SAW dan pasukannya berangkat dari Madinah pada 10 Ramadhan 8 H. Rasulullah Saw membagi pasukan menjadi empat divisi yang dipimpin oleh para sahabat utama. Keempat divisi itu memasuki Makkah dari empat penjuru arah yang berbeda.

Mereka adalah Zubair bin Awwam RA (wafat 656 M, Basrah, Irak), Sa’ad bin Ubadah Bin Dulaim RA (wafat 635 M, El Shykh sa´ad, Suriah), Abu Sulaiman Khalid bin Walid Al-Mughirah Al-Makhzumi RA (wafat 642 M, Homs, Suriah), dan Abu Ubaidah Amir bin Abdullah bin Al-Jarrah RA (wafat 639 M, Jordan Valley, Yordania).

Saat memasuki Makkah, dikutip dari Republika.co.id, Rasulullah SAW tetap bersikap tawadhu sampai-sampai dagunya menyentuh dada. Nyaris tanpa pertumpahan darah Rasulullah SAW membersihkan tak kurang 360 berhala yang berserakan di dalam maupun luar Ka’bah serta menghapus gambar-gambar di dalamnya.

Peristiwa yang terjadi pada 14 abad lalu tersebut adalah hari yang istimewa dalam sejarah Islam. Pada hari itulah tercatat sebagai hari pertama Fathu Makkah. Peristiwa Fathu Makkah adalah peristiwa Revolusi Damai.

Saat memasuki Kota Makkah, Rasulullah SAW membaca firman Allah Subhanahu wa taala:

إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ فَتْحًا مُبِينًا

“Sesungguhnya kami memberikan kepadamu kemenangan yang nyata.” (QS Al-Fath: 1).

Setelah itu, Rasulullah mengumumkan kepada penduduk Makkah, “Siapa yang masuk masjid, maka dia aman, siapa yang masuk rumah Abu Sufyan maka dia aman, siapa yang masuk rumahnya dan menutup pintunya maka dia aman.”

Nabi Muhammad SAW terus berjalan hingga sampai di Masjidil Haram, kemudian thawaf dengan menunggang unta sambil membawa busur yang digunakan untuk menggulingkan berhala-berhala di sekeliling Ka’bah yang dilewati. Saat itu, Nabi membaca firman Allah:

جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا

“Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu adalah sesuatu yang pasti lenyap.” (QS Al-Isra: 81)

Baca Juga  Real Count KPU 38% DPR RI Dapil Malut: PAN Geser NasDem dari Kursi Terakhir

Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW perintahkan pasukannya untuk menghapus semua gambar yang ada di dalam Ka’bah. Kemudian Nabi sholat dua rakaat. Seusai sholat, Nabi SAW kemudian mengitari dinding bagian dalam Ka’bah dan bertakbir di bagian pojok-pojok Ka’bah.

Sementara, orang-orang Quraisy berkerumun di dalam masjid, menunggu keputusan Rasulullah. Dengan memegangi pinggiran pintu Ka’bah, Nabi bersabda:

“لا إِله إِلاَّ الله وحدَّه لا شريكَ له، لَهُ المُلْكُ وله الحمدُ وهو على كَلِّ شَيْءٍ قديرٌ، صَدَقَ وَعْدَه ونَصرَ عَبْدَه وهَزمَ الأحزابَ وحْدَه

“Wahai orang Quraisy, sesungguhnya Allah telah menghilangkan kesombongan jahiliyah dan pengagungan terhadap nenek moyang. Manusia dari Adam dan Adam dari tanah.”

Pada hari kedua penaklukan Makkah, Nabi berkhutbah di hadapan manusia. Setelah membaca tahmid Nabi bersabda: “Sesungguhnya Allah telah mengharamkan Makkah. Maka tidak halal bagi orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir untuk menumpahkan darah dan mematahkan batang pohon di sana. Jika ada orang yg beralasan dengan perang yang dilakukan Nabi, maka jawablah:

Baca Juga  Empat Catatan Setelah Pemilu 2024

“Sesungguhnya Allah mengizinkan Rasul-Nya dan tidak mengizinkan kalian. Allah hanya mengizinkan untukku beberapa saat di siang hari. Hari ini Keharaman Makkah telah kembali, sebagaimana keharamannya sebelumnya. Maka, hendaknya orang yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir.”

Nabi diizinkan Allah untuk berperang di Makkah hanya pada hari penaklukan Kota Makkah dari sejak terbit matahari hingga ashar. Nabi tinggal di Makkah selama sembilan hari dengan selalu mengqashar sholat dan tidak berpuasa Ramadhan di sisa hari bulan Ramadhan.

Sejak saat itu, Makkah menjadi negeri Islam sehingga tidak ada lagi hijrah dari Makkah menuju Madinah. Penaklukan kota Makkah (Fathu Makkah) dilakukan dengan jalan damai tercatat sepanjang sejarah yang tak akan bisa ditandingi dengan penaklukan kota-kota lain di dunia.

sumber: republika

No More Posts Available.

No more pages to load.