Harita Nickel (NCKL) Siap Private Placement 10% Saham dan Rights Issue 30%

oleh -16 views
Nikel sulfat yang dihasilkan PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel. (Foto: Harita Nickel)

Porostimur.com, Jakarta – PT. Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) atau Harita Nickel berencana menerbitkan 6,3 miliar saham baru atau setara 10% melalui skema penambahan modal tanpa hak memesan efek terlebih dahulu (non-HMETD) atau private placement. Perseroan juga akan menggelar penawaran umum terbatas (PUT) dengan skema rights issue sebanyak 18,92 miliar saham baru atau 30%.

Harita Nickel belum mengungkapkan harga pelaksanaan dari rencana dua aksi korporasi tersebut. Namun, sebagai gambaran dengan menggunakan asumsi harga saham NCKL pada penutupan perdagangan Rabu (7/2/2024) yang sebesar Rp 830, perusahaan pertambangan nikel papan atas di Indonesia itu berpotensi meraup dana sekitar Rp 20,9 triliun dari private placement dan rights issue.

“Seluruh dana akan digunakan untuk melakukan transaksi,” tulis manajemen Harita Nickel dalam keterangan resmi.

Manajemen Harita Nickel menegaskan bahwa private placement akan menyebabkan dilusi kepemilikan saham hingga 9,09%. Sedangkan potensi dilusi dari rights issue, jika pemegang saham tidak melaksanakan haknya, maksimal sebesar 23,08%.

Saat ini, PT Harita Jayaraya menguasai sebanyak 86,48% saham Harita Nickel atau NCKL. Selain itu, PT Citra Duta Jaya Makmur memegang 0,87% saham. Sisanya 12,65% saham dimiliki publik.

Untuk memuluskan aksi korporasi jumbo tersebut, NCKL akan meminta persetujuan pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) pada 15 Maret 2024. Sesuai rencana, private placement dan rights issue akan berlangsung setelah dipenuhi seluruh persyaratan dan persetujuan RUPSLB serta persetujuan para pihak terkait transaksi.

Adapun alasan yang mendasari pelaksanaan aksi korporasi tersebut adalah untuk melanjutkan upaya peningkatan kinerja pada 2024 melalui serangkaian inovasi pengembangan bisnis yang terintegrasi dari hulu hingga hilir dalam satu kawasan industri.

Proyek Raksasa Harita Nickel 

Baca Juga  Polda Malut Gelar Apel Konsolidasi untuk Evaluasi Pengamanan Pasca Pemungutan Suara

Saat ini, NCKL tengah menggarap megaproyek smelter nikel berteknologi high pressure acid leach (HPAL) senilai Rp 17,9 triliun dan smelter nikel berteknologi rotary kiln electric furnace (RKEF). Proyek yang berlokasi di Pulau Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara tersebut ditargetkan mulai beroperasi dalam dua tahun ke depan.

“Hingga saat ini, kami bermitra dengan Lygend Resources & Technology untuk PT Obi Nickel Cobalt (ONC) dan PT Karunia Permai Sentosa (KPS). Ke depan, kami tidak menutup kemungkinan untuk berkolaborasi dengan pihak lain yang berpotensi menjadi mitra strategis baru,” kata Direktur Utama Harita Nickel (NCKL) Roy Arman Arfandy, belum lama ini.

Roy mengungkapkan, PT ONC merupakan anak usaha Harita Nickel yang akan menggarap proyek pembangunan smelter nikel HPAL di Pulau Obi. “Pabrik ini menjadi pabrik HPAL yang kedua bagi perusahaan dan Harita Nickel menginvestasikan dana sekitar US$ 1,1-1,2 miliar atau setara Rp 16,4-17,9 triliun,” jelas dia.

Baca Juga  Satgas TNI Lumpuhkan KKB Pelaku Penembakan Pesawat Wings Air di Yahukimo

Roy menambahkan, smelter nikel tersebut akan beroperasi dengan tiga lini produksi. Smelter berkapasitas 65.000 metal ton per tahun ini diperkirakan memulai produksi secara bertahap pada pertengahan tahun depan.

NCKL juga tengah membangun smelter nikel RKEF melalui perusahaan asosiasi, PT Karunia Permai Sentosa (KPS). Smelter nikel dengan 12 lini produksi ini dapat memproduksi 185.000 metal ton per tahun. Smelter nikel RKEF ketiga ini diperkirakan selesai dan siap beroperasi secara bertahap mulai pertengahan 2025.

“Sumber dana pembiayaan kedua proyek itu sebagian berasal dari dana perusahaan dan sisanya dari pinjaman sindikasi,” pungkas Roy.

sumber: investor

No More Posts Available.

No more pages to load.