Kemudian, ia menyinggung tindakan tidak senonoh yang dilakukan oleh anggota DPR dengan seorang aktris beberapa waktu silam.
“Jadi dulu beberapa anggota DPR misalnya, tidak hanya foto syurnya, tetapi juga hubungan intimnya dengan seorang artis viral di internet kemudian mengundurkan diri. Bahkan sempat lama menghilang sebelum back to politics again,” tuturnya.
Refly Harun pun mengkritik Jokowi yang menurutnya tidak mempertimbangkan pengangkatan Azwar Anas sebagai menteri di kabinetnya.
Padahal, kata Refly Harun, menteri merupakan jabatan yang tidak perlu dipilih melalui Pemilu sehingga harus disaring lebih ketat.
“Pertanyaannya, apakah gak ada orang lain di Republik ini untuk mengisi jabatan itu kecuali sosok yang ditenggarai paling tidak bermasalah karena ada foto syurnya atau ada hal-hal yang tidak senonoh yang beredar di media sosial. Itu pangkal masalahnya,” ujarnya.
“Memang tidak melanggar hukum, tapi jelas melanggar etika. Dan seorang Presiden tidak seharusnya mengangkat orang-orang yang dianggap melanggar etika publik,” tegas Refly Harun.
Terlebih sebagai MenPAN RB, Azwar Anas akan banyak berhadapan dengan etika Aparatur Sipil Negara (ASN).
(red/seputar tangsel)




