2. Republik Maluku Selatan yang para tokohnya ada di negeri Belanda
RMS yang berdiri pada 25 April 1950, merupakan salah satu gerakan separatisme yang harus dihadapi oleh pemerintah Indonesia hingga saat ini. Seorang pengacara bernama Johan Wattilete, diangkat sebagai Presiden RMS tahun 2010 menggantikan Frans Tutuhatunewa dan menjalankan perannya di negeri kincir angin Belanda. Hingga kini, ia pun gigih menyuarakan kemerdekaan Maluku atas Indonesia.
3. Minahasa di Sulawesi Utara juga sempat ingin merdeka sendiri
Meski tak banyak diketahui, wilayah Minahasa di Sulawesi Utara sempat ingin memisahkan diri dari NKRI sebagai negara yang merdeka. Dilansir dari Tirto, Dolfie Maringka bersama Revly O.A. Pesak, pada 25 September 2006, dia mendeklarasikan Gerakan Kemerdekaan Minahasa. Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 15 Mei 2017, sempat muncul gerakan Referendum Minahasa, di mana benderanya mirip dengan milik pasukan konfederasi Amerika dalam Perang Saudara Amerika (1861-1865).
5. Timor-Timur yang akhirnya benar-benar menjadi negara merdeka

Sempat luluh lantak akibat operasi militer yang dilancarkan pemerintah Indonesia, Timor-Timur yang kini telah berubah menjadi Timor Leste akhirnya bisa meraih kemerdekaannya. Jika dirunut secara historis, Timor-Timur (Timor Leste) sejatinya merupakan provinsi seberang lautan dari Portugis dan bagian dari negara tersebut. Di forum PBB, Timor-Timur termasuk bukan wilayah Indonesia sehingga bisa mengajukan kemerdekaannya lewat referendum.




