HMI Sebut Anggaran BBM Dishub Ternate Rp1,5 Miliar Tak Rasional dan Berpotensi Mark-Up

oleh -2 Dilihat

Porostimur.com, Ternate – Badan Koordinasi (Badko) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Maluku Utara menyoroti penggunaan anggaran bahan bakar minyak (BBM) dan pelumas di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate tahun 2025 yang mencapai Rp1,5 miliar. Anggaran tersebut dinilai tidak rasional karena disebut hanya digunakan untuk tujuh kali perjalanan dinas pimpinan daerah.

Kepala Bidang Perguruan Tinggi, Kemahasiswaan, dan Pemuda (PTKP) Badko HMI Maluku Utara, Supriadi R. Hambali, menyebut penggunaan anggaran itu sebagai bentuk pemborosan yang mencederai rasa keadilan publik.

“Data menunjukkan ada 71.856 liter Pertamax yang dihabiskan. Jika dibagi untuk tujuh kali perjalanan, maka satu kali trip menghabiskan lebih dari 10.000 liter atau 10 ton BBM. Secara teknis dan ekonomi, ini adalah tragedi logika,” tegas Supriadi.

Baca Juga  Delapan Truk Baru Bukan Jawaban Tunggal, Bodewin Minta Warga Ambon Ubah Perilaku Soal Sampah

Dinilai Tak Masuk Akal Secara Teknis

Supriadi menjelaskan, rute pelayaran dalam wilayah Kota Ternate, seperti menuju Sofifi maupun Pulau Hiri, tidak mungkin membutuhkan konsumsi BBM sebesar itu. Ia juga menyoroti rata-rata biaya per perjalanan yang mencapai sekitar Rp214 juta.

Menurutnya, angka tersebut jauh melampaui standar biaya operasional maupun tarif sewa speedboat komersial di wilayah Maluku Utara.

“Ini tidak rasional. Kalau dihitung secara sederhana saja, penggunaan BBM dan biaya per trip sudah jauh di atas kewajaran,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.