Dari tampilan tiga perempat bagian depan, terlihat dua pipa leher knalpot (downpipe exhausts) muncul dari balik fairing. Konfigurasi tersebut mengarah pada dugaan penggunaan mesin 755 cc dua silinder parallel-twin berpendingin cairan yang digunakan pada platform Hornet 750 dan Transalp 750.
Konfigurasi itu sekaligus membuatnya berbeda dari Honda CBR500R yang menggunakan mesin 471 cc dua silinder.
Kolaborasi Jepang Menuju EICMA?
Selain aspek teknis, kolaborasi Honda dan Onitsuka Tiger juga menjadi bagian penting dari konsep tersebut. Honda didirikan pada 1948, sementara Onitsuka Tiger berdiri setahun kemudian pada 1949.
Motor konsep ini tampil dominan dalam warna Tiger Yellow, dipadukan aksen garis hitam tebal khas Onitsuka Tiger pada bagian bodi samping hingga velg. Bersamaan dengan peluncuran motor konsep, Onitsuka Tiger juga memperkenalkan lini busana dan sepatu bertema kultur sepeda motor dengan menyematkan logo Honda Wing Mark.
Kemunculan motor konsep tersebut di Milan Fashion Week dinilai dapat menjadi langkah awal Honda sebelum memperkenalkan model produksi pada ajang EICMA.
Jika nantinya benar dikembangkan menjadi CBR750R, motor full-fairing tersebut berpotensi masuk ke persaingan kelas middleweight supersport, bersama model seperti Yamaha R9, Aprilia RS 660, dan Ducati Panigale V2.









