HPMS Ternate Desak Polda Seriusi Kasus Korupsi di Sula

oleh -61 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ternate : Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Ternate, mendesak Kapolda Malut Untuk mengintruksikan kepada penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara mengusut kasus dugaan tindak pidana korupsi pembangunan jaringan Irigasi di Desa Madapuhi, Kecamatan Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula.

Proyek yang bersumber dari APBD 2014-2015 senilai Rp. 9.793.609.134 itu terindikasi bermasalah. Ketua HPMS Armin Soamol menegaskan, proyek itu diduga bermasalah sebagaimana hasil audit Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) RI Perwakilan Provinsi Maluku Utara Nomor : 16.A/LHP/XIX.TER/5/2015. Proyek tersebut diduga bermasalah, karena pekerjaan irigasi seluas 300 hektar tidak sesuai spek pembangunan “Pasca pekerjaan, proyek irigasi yang dikerjakan PT. Sinar Agape terindikasi korupsi pada volume pekerjaan,”.

Baca Juga  Masuk Tahap Delapan, PSSB Transisi Kota Ambon Diperpanjang Lagi


Pekerjaan irigasi sesuai surat perjanjian kontrak (SPK) II tahun anggaran 2014 nomor kontrak: 910.916/611/18.PKKU/DPU-KS/2014 dengan nilai kontrak 2.189.500.000 tapi tidak dikerjakan. Menjelang pekerjaan paket II sesuai SPK III, tahun anggaran 2014¸ pekerjaan proyek peningkatan jaringan irigasi tidak bisa digunakan masyarakat¸karena kualitas proyek tidak sebanding dengan besaran anggaran.

Berdasarkan temuan tersebut, Penyidik Ditreskrimsus Polda Malut harus lebih serius dalam menengani kasus tersebut, dan segera memanggil bupati Hendrata Thes untuk diperiksa dan ditetapkan Sebagai Tetsangka, karena diduga PT. Sinar Agape milik bupati Hendrata yang memenangkan tender proyek jaringan irigasi Madupuhi

“Kami berharap Penyidik Polda Malut segera menetapkan bupati Hendrata sebagai Tersangka dalam kasus pembangunan irigasi Modapuhi.

Baca Juga  DitReskrimum tetapkan dahulukan laporan Huwae

Selanjutnya, dalam kasus Pembangunan Trans Irigasi Modapuhi, ketika dalam waktu dekat ini tidak ada kejelasan Hukumnya, maka kami menilai dan menduga bahwa Kapolda dan Penyidik Polda Malut yang menengani perkara ini suda kemasukan angin atau ada kerja sama dgn Bupati Hendrata Thes, karena kasus tersebut Polda malut tidak terlalu sulit untuk menetapkan Bupati sula sebagai tersangka. Karena dalam kasus ini sudah terang perbutan tindak pidananya.(raks)