Idap Tumor Mata, Bocah Malang Asal Desa Kawata, Kepulauan Sula ini Butuh Uluran Tangan Dermawan

oleh -184 views
Link Banner

Porostimur.com – Ambon: Bocah asal Desa Kawata Kecamatan Mangoli Utara Timur Kabupaten Kepulauan Sula saat ini membutuhkan uluran tangan untuk menyembuhkan penyakit yang dideritanya.

Adalah Mulhajrin Umasugi (7), divonis menderita tumor yang menyerang kedua bola matanya, saat ini sedang berada di Ambon untuk menjalani pengobatan intensif.

Menurut keterangan yang disampaikan ayah kandungnya, Mulyadi Umasugi, penyakit yang diderita anaknya sejak tiga bulan terakhir itu berawal dari sakit kepala dan sering menjerit kesakitan.

“Awalnya dia sering mengeluh ke saya kepalanya sakit, saya pikir kepala sakit biasa saja, tapi lama kelamaan berpengaruh ke mata yang mulai bengkak” jelas Mulyadi.

Karena merasa kuatir atas penyakit yang diderita anaknya, Mulyadi kemudian membawa anak bungsunya itu ke Puskesmas di Kota Sanana.

“Saya tahu bahwa anak saya menderita tumor setelah bawa ke Puskesmas di Sanana. Dari hasil pemeriksaan di Puskesmas baru tahu dia menderita tumor pada mata,” ungkap Mulyadi.

Baca Juga  Egy Maulana Vikri Sumbang Gol dan Assist buat Lechia Gdansk

Karena merasa panik setelah kembali dari Puskesmas itu, tanpa pikir panjang, Mulyadi kemudian berbincang dengan isteri dan keluarganya untuk segera berobat ke Ambon.

“Sejak hari itu saya langsung bicara dengan isteri dan keluarga agar kita ke Ambon, meskipun dengan kemampuan yang pas-pasan, tapi demi anak saya nekad saja, bahkan karena panik kamipun tidak mengurus surat rujukan dari puskesmas” ungkap bapak dari enam orang anak itu.

Mulyadi bersama isteri dan anaknya yang menderita tumor itu tiba di Ambon pada hari Rabu (1/12), langsung ke RSUP dr. J. Leimena.

“Kami tiba hari Rabu, saya dan isteri langsung bawa anak kami ke rumah sakit Leimena, dan Alhamdulillah anak saya mendapat perawatan selama dua hari dan mulai terasa ada perubahan” cerita Mulyadi sambil menahan sedih.

Selama dua hari di rumah sakit, Mulyadi merasakan ada perubahan terhadap anaknya, hanya saja terkendala masalah biaya dan terpaksa dia membawa pulang anaknya ke rumah keluarga yang ada di Ambon.

Baca Juga  Kisah Darurat Sipil dari Aceh dan Maluku

“Dua hari kami di rumah sakit, menurut dokter sebaiknya dioperasi, tapi terus terang saya merasa sedih karena tidak sanggup jika anak saya dioperasi karena biayanya pasti mahal, sementara kami tidak punya BPJS” kata Mulyadi dengan sedih.

Mendengar informasi ada keluarga dari Sanana yang sakit dan butuh penanganan serius, perkumpulan orang Sanana yang ada di Ambon, yakni Ikatan Keluarga Besar Kepulauan Sula (IKBKS) Ambon lantas mengambil sikap membantu dengan mengurus BPJS, namun sayangnya BPJS yang sudah diurus itu baru akan keluar setelah dua minggu ke depan.

“Kami sudah mengambil inisiatif untuk membantu dengan mengurus BPJS supaya meringankan beban yang dialami Mulhajrin, hanya saja baru BPJS itu baru bisa keluar setelah dua minggu lagi” ungkap Salamudin Umabaihi, Ketua IKBKS Ambon.

Baca Juga  Kadispora Morotai Menghadiri dan Menunjang Lomba Seni

Sementara itu, untuk meringankan beban yang dialami Muhajrin, Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Sula (HPMS) Cabang Ambon melakukan aksi pengumpulan dana lewat Aksi Kemanusiaan Peduli Adik Mulhajrin.

Ketua HPMS Cabang Ambon, Haris Soamangon mengatakan, aksi itu dilakukan sebagai rasa peduli para mahasiswa atas penyakit yang diderita adik Mulhajrin.

“Kami melakukan aksi Peduli itu dengan turun ke jalan dengan menyebarkan brosur dan kotak amal, dengan harapan semoga aksi kami itu mendapat perhatian dari warga Kota Ambon, khususnya buat warga Maluku Utara dan Kepulauan Sula yang ada di Ambon” jelas Haris.

Aksi kepedulian terhadap Mulhajrin Umasugi juga viral di media sosial dan mendapat perhatian yang luar biasa, bahkan ada yang sudah mendonasikan uang demi meringankan beban yang diderita Mulhajrin itu. (mukhlis)