Idulfitri di Tengah Konflik: Dari Beirut hingga Gaza, Warga Berjuang dan Bertahan

oleh -201 views
Shireen Shreim mengatakan warga Palestina di Gaza kesulitan menemukan kegembiraan di hari raya Idulfitri. Foto/Abdelhakim Abu Riash/Al Jazeera

Khaled Deeb (62), warga Kota Gaza, mengaku tak mampu membeli kebutuhan dasar seperti buah dan sayur menjelang Lebaran.

“Dulu saya bisa memberi hadiah kepada keluarga. Sekarang, untuk membeli makanan saja tidak mampu,” katanya.

Hal senada disampaikan Shireen Shreim, ibu tiga anak yang kini hidup dalam kondisi serba terbatas.

“Kegembiraan Idulfitri tidak lagi lengkap. Bahkan kebutuhan dasar pun sulit didapat,” ujarnya.

Banyak warga kini tinggal di tenda darurat atau rumah yang rusak akibat serangan, membuat perayaan Idulfitri nyaris tak terasa.

Solidaritas Jadi Harapan

Meski demikian, di tengah keterbatasan, sebagian warga tetap berupaya menjaga makna Idulfitri sebagai momen kebersamaan.

Karim Safieddine, seorang peneliti di Beirut, mengatakan ia tetap merayakan Idulfitri bersama keluarga meski dalam kondisi sulit.

“Kami percaya solidaritas dan kebersamaan adalah kunci untuk bertahan dalam situasi seperti ini,” ujarnya.

Baca Juga  Program Pemberdayaan Dorong Kemandirian Ekonomi, UMKM Desa Kian Tumbuh

Di tengah konflik dan krisis kemanusiaan, Idulfitri tahun ini menjadi pengingat bahwa bagi banyak orang, perjuangan untuk bertahan hidup jauh lebih mendesak dibanding merayakan hari kemenangan.

sumber: sindonews

No More Posts Available.

No more pages to load.